Popular Posts

masukan E-mail mu untuk berlannganan:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 05 Januari 2011

doa

Suatu kali seorang anak sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Hari itu suasana sungguh meriah karena itu adalah babak final dan hanya 5 orang yang masih bertahan, termasuk Kevin. Sebelum pertandingan dimulai Kevin menundukkan kepala, melipat tangan dan berkomat kamit memanjatkan doa. Pertandingan dimulai, ternyata mobil balap Kevin yang pertama kali mencapai garis finish. Tentu Kevin girang sekali menjadi juara.

Saat pembagian hadiah, ketua panitia bertanya,”Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang bukan ?” Kevin menjawab,”Bukan pak, rasanya tidak adil meminta pada Tuhan untuk menolong mengalahkan orang lain. Aku hanya minta Tuhan, supaya aku tidak menangis kalau aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk tangan yang memenuhi ruangan.

Permohonan Kevin ini merupakan doa yang luar biasa. Dia tidak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya, namun ia berdoa agar diberikan kekuatan untuk menghadapi apapun yang terjadi dengan batin yang teguh.

Seringkali kita berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Kita ingin tuhan menjadikan kita nomor satu, menjadikan yang terbaik dalam setiap kesempatan. Kita meminta agar Tuhan menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata. Tidak salah memang, namun bukankah semestinya yang kita butuhkan adalah bimbinganNya dan rencanaNya yang paling sempurna dalam hidup kita ? Seharusnya kita berdoa minta kekuatan untuk bisa menerima kehendak Tuhan yang sempurna sebagai yang terbaik dalam hidup kita


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

ingat bebek

Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka.

Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.

Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.” Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring.

Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.” Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.

Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.”

Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di’jendela’. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu.”

Guys, berapa lama lagi kita menyembunyikan kesalahan dan dosa kita dari hadapan Tuhan ? Dia itu MAHA MENGETAHUI ! Dan sekarang DIA sedang menunggumu .....


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

rasa sebuah ketulusan

Seorang teman karib menghampiri meja kerja anda, dan memungut sebatang pensil yang patah. Pintanya, “Boleh aku pinjam ini ?” Anda yang sibuk hanya menengok sekelebat dan berkata, “Ambil saja.” Setelah itu anda lupa akan kejadian itu selamanya. Padahal bagi teman anda, pensil patah itu amat berharga demi pengerjaan tugasnya. Tahukah anda bagaimana “rasa” sebuah ketulusan? Setiap dari kita pasti pernah memberikan sesuatu dengan setulus murni. Namun, tidak banyak yang mampu memahaminya. Karena ketulusan bukanlah rasa, apalagi untuk dirasa-rasakan.

Ketulusan adalah rasa yang tak terasa, sebagaimana anda menyilakan teman dekat anda mengambil pensil patah anda. Tiada setitik pun keberatan. Tiada setitik pun permintaan terima kasih. Tiada setitik pun rasa berjasa. Semuanya lenyap dalam ketulusan. Sayangnya tidak mudah bagi kita untuk memandang dunia ini seperti pensil patah itu. Sehingga selalu ada rasa keberatan atau berjasa saat kita saling berbagi. Sayangnya tidak mudah juga untuk bersibuk-sibuk pada keadaan diri sendiri, sehingga pensil patah pun tampak bagai pena emas. Jangan ingat-ingat perbuatan baik anda. Kebaikan yang anda letakkan dalam ingatan bagaikan debu yang tertiup angin.

REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

hanya 3 hari

Hanya ada 3 hari di hidup ini… Yang pertama: Hari kemarin. (PAST)

Kita tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.

Kita tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.

Kita tak mungkin lagi menghapus kesalahan;

dan mengulangi kegembiraan yang kita rasakan kemarin.

Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja…

Yang kedua: Hari esok. (FUTURE)

Hingga mentari esok hari terbit, Kita tak tahu apa yang akan terjadi.

Kita tak bisa melakukan apa-apa esok hari.

Kita tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.

Esok hari belum tiba; biarkan saja…

Yang tersisa kini hanyalah : Hari ini. (PRESENT)

Pintu masa lalu telah tertutup; Pintu masa depan pun belum tiba.

Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.

Kita dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini

bila kita mampu memaafkan hari kemarin

dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini.

Karena, masa lalu dan masa depan hanyalah permainan pikiran yang rumit.

Hiduplah apa adanya.

Karena yang ada hanyalah hari ini; hari ini yang abadi.

Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat,

meski mereka berlaku buruk pada kita.

Cintailah seseorang sepenuh hati hari ini,

karena mungkin besok cerita sudah berganti.

Ingatlah bahwa kita menunjukkan penghargaan pada orang lain

bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri kita sendiri

Jadi teman, jangan biarkan masa lalu mengekangmu atau

masa depan membuatmu bingung,

lakukan yang terbaik HARI INI dan lakukan SEKARANG juga!!!!!!

The day will come when you will review your life

and be thankful for every minute of it.

Every hurt, every sorrow, every joy, every celebration,

every moment of your life will be a treasure.

This is why today is called a PRESENT


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

cukup itu berapa???

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.

Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya.

Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya,

sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata "cukup".

Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya.

Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu.

Setelah semuanya penuh,dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.

Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya,

seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya.

Masih kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya.

Belum cukup,

dia membiarkan mata air itu terus mengalir

hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya

karena dia tak pernah bisa berkata cukup.

Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata "cukup".

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya.

Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target.

Istri mengeluh suaminya kurang perhatian.

Suami berpendapat istrinya kurang pengertian.

Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati.

Semua merasa kurang dan kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup?

Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya.

Cukup adalah persoalan kepuasan hati.

Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri.

Tak perlu takut berkata cukup.

Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya.

"Cukup" jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri.

Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima,

bukan apa yang belum kita dapatkan.

Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup.

Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini,

maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata "Cukup"


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

kejujuran

Pada tahun 1969, saya mengikuti latihan para dasar terjun payung statik

di pangkalan Udara Margahayu Bandung.

Menjalani latihan yang cukup berat bersama dengan lebih kurang 120 orang

dan ditampung dalam dua barak panjang tempat latihan terjun tempur.

Setiap makan pagi, siang dan malam hari yang dilaksanakan di barak,

kami memperoleh makanan ransum latihan yang diberikan dengan ompreng

dan atau rantang standar prajurit.

Di ujung barak tersedia drum berisi sayur,

dan di sampingnya ada sebuah karung plastik berisi kerupuk,

milik seorang ibu setengah baya warga sekitar asrama prajurit yang dijual

kepada siapa saja yang merasa perlu untuk menambah lauk makanan jatah

yang terasa kurang lengkap bila tidak ada kerupuk.

Sang ibu paruh baya ini, tidak pernah menunggu barang dagangannya.

Setiap pagi, siang dan malam menjelang waktu makan

dia meletakkan karung plastik berisi krupuk

dan di sampingnya diletakkan pula kardus bekas rinso untuk uang,

bagi orang yang membeli kerupuknya.

Nanti setelah selesai waktu makan dia datang

dan mengemasi karung plastik dengan sisa kerupuk

dan kardus berisi uang pembayar kerupuk.

Iseng-iseng saya tanyakan,

apakah ada yang nggak bayar Bu?

Jawabannya cukup mengagetkan,

dia percaya kepada semua siswa latihan terjun,

karena dia sudah bertahun-tahun berdagang kerupuk di barak tersebut dengan cara demikian.

Hanya meletakkan saja, tidak ditunggu

dan nanti setelah semuanya selesai makan dia baru datang lagi

untuk mengambil sisa kerupuk dan uang hasil jualannya.

Selama itu, dia tidak pernah mengalami defisit.

Artinya tidak ada satu pun pembeli kerupuk yang tidak bayar.

Setiap orang memang dengan kesadaran mengambil kerupuk,

lalu membayar sesuai harganya.

Bila dia harus bayar dengan uang yang ada kembaliannya,

dia bayar dan mengambil sendiri uang kembaliannya di kotak rinso kosong tersebut.

Demikian seterusnya.

Beberapa pelatih terjun,

bercerita bahwa dalam pengalamannya,

semua siswa terjun payung yang berlatih di situ dan menginap di barak latihan

tidak ada yang berani mengambil kerupuk dan tidak bayar.

Mereka takut, bila melakukan itu,

khawatir payung nya tidak mengembang dan akan terjun bebas serta mati berkalang tanah.

Sampai sekarang,

saya selalu berpikir bahwa,

orang sebenarnya bisa jujur dan dapat dipercaya,

jika pintu kematian berada di depan wajahnya.

Yang saya pikirkan,

bagaimana caranya membuat manusia setiap saat berada dalam kondisi atau suasana latihan terjun,

mungkinkah?

sumber : Chappy Hakim


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

smile

Suatu hari ada seekor anjing kecil yang periang dan selalu berbahagia,

dia melewati rumah itu dan memutuskan untuk masuk ke dalamnya.

Dia berlari gembira menuju pintu rumah itu.

Saat anjing riang itu masuk,

ia terkejut bahwa ia mendapati di dalam rumah itu terdapat banyak sekali anjing yang mirip ia

dan menyambutnya dengan ekor yang bergoyang-goyang dan kuping yang terangkat pula.

Anjing kecil itu tersenyum senang dan sekali lagi ia melihat

semua "teman barunya"juga membalas senyumannya

dengan senyum yg sama bersahabatnya dengan senyuman anjing tsb.

Saat anjing kecil itu meninggalkan rumah tersebut,

dalam hati ia berkata "tempat yg sangat menyenangkan",

ada banyak teman baru yang baik dan ramah, aku akan sering bermain ketempat itu"

Lalu suatu waktu ada seekor anjing lain yg kurang bahagia dan tidak se-riang anjing yang pertama.

Anjing itu juga memutuskan untuk mampir ke dalam rumah tsb,

dengan perlahan dan tampak waspada ia berjalan menuju pintu rumah tersebut.

Saat anjing itu masuk ke dalamnya ia terkejut dan waspada

karena ia mendapati di rumah tersebut ada banyak anjing yang tak bersahabat.

Lalu anjing itu mencoba menggertaknya dengan mengeluarkan taring dan geraman kecil,

namum lagi-lagi ia dikejutkan bahwa semua anjing itu melakukan hal yg sama.

Dgn ketakutan anjing itu berlari keluar rumah &

berkata dalam hatinya "tempat yang menakutkan,

aku tak akan pernah mau masuk lagi".

Makna:

Apa yang kita lakukan terhadap orang-orang di lingkungan sekitar kita

akan berdampak kembali ke kita sebagaimana seperti yang kita berikan pada mereka.

Kalau kita tersenyum pada dunia, maka duniapun tersenyum pada kita.

Ingat pula bahwa DUNIA NYATA KITA adalah CERMIN dari DUNIA BATIN KITA.

Bersikaplah positif, selalu ceria, bahagia,

agar sikap positif kita bisa menarik aura positif ke kehidupan kita.

Jadi, mulailah hari-harimu dengan sikap positif, selalu ceria dan bahagia.

Always smile and be happy :)


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More