Popular Posts

masukan E-mail mu untuk berlannganan:

Delivered by FeedBurner

Rabu, 05 Januari 2011

sudahkah gunakan kemampuan mu untuk orang lain

Seekor anak anjing yang kecil mungil sedang berjalan-jalan di ladang pemiliknya.

Ketika dia mendekati kandang kuda, dia mendengar binatang besar itu memanggilnya.

Kata kuda itu :

"Kamu pasti masih baru di sini, cepat atau lambat kamu akan mengetahui

kalau pemilik ladang ini mencintai saya lebih dari binatang lainnya,

sebab saya bisa mengangkut banyak barang untuknya,

saya kira binatang sekecil kamu tidak akan bernilai sama sekali baginya", ujarnya dengan sinis.

Anjing kecil itu menundukkan kepalanya dan pergi.

Lalu dia mendengar seekor sapi di kandang sebelah berkata :

"Saya adalah binatang yang paling terhormat di sini

sebab nyonya di sini membuat keju dan mentega dari susu saya.

Kamu tentu tidak berguna bagi keluarga di sini", dengan nada mencemooh.

Teriak seekor domba :

"Hai sapi, kedudukanmu tidak lebih tinggi dari saya,

saya memberi mantel bulu kepada pemilik ladang ini.

Saya memberi kehangatan kepada seluruh keluarga.

Tapi omonganmu soal anjing kecil itu, kayanya kamu memang benar.

Dia sama sekali tidak ada manfaatnya di sini."

Satu demi satu binatang di situ ikut serta dalam percakapan itu,

sambil menceritakan betapa tingginya kedudukan mereka di ladang itu.

Ayam pun berkata bagaimana dia telah memberikan telur,

kucing bangga bagaimana dia telah mengenyahkan tikus-tikus pengerat dari ladang itu.

Semua binatang sepakat kalau si anjing kecil itu adalah mahluk tak berguna

dan tidak sanggup memberikan kontribusi apapun kepada keluarga itu.

Terpukul oleh kecaman binatang-binatang lain,

anjing kecil itu pergi ke tempat sepi dan mulai menangis menyesali nasibnya,

sedih rasanya sudah yatim piatu, dianggap tak berguna,

disingkirkan dari pergaulan lagi.

Ada seekor anjing tua di situ mendengar tangisan tersebut, lalu menyimak keluh kesah si anjing kecil itu.

"Saya tidak dapat memberikan pelayanan kepada keluarga disini,

sayalah hewan yang paling tidak berguna disini."

Kata anjing tua itu :

"Memang benar bahwa kamu terlalu kecil untuk menarik pedati,

kamu tidak bisa memberikan telur, susu ataupun bulu,

tetapi bodoh sekali jika kamu menangisi sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan.

Kamu harus menggunakan kemampuan yang diberikan oleh Sang Pencipta untuk membawa kegembiraan."

Malam itu ketika pemilik ladang baru pulang

dan tampak amat lelah karena perjalanan jauh di panas terik matahari,

anjing kecil itu lari menghampirinya, menjilat kakinya dan melompat ke pelukannya.

Sambil menjatuhkan diri ke tanah,

pemilik ladang dan anjing kecil itu berguling-guling di rumput disertai tawa ria.

Akhirnya pemilik ladang itu memeluk dia erat-erat dan mengelus-elus kepalanya, serta berkata :

"Meskipun saya pulang dalam keadaan letih, tapi rasanya semua jadi sirna,

bila kau menyambutku semesra ini,

kamu sungguh yang paling berharga di antara semua binatang di ladang ini,

kecil kecil kamu telah mengerti artinya kasih."

Jangan sedih karena kamu tidak dapat melakukan sesuatu seperti orang lain

karena memang tidak memiliki kemampuan untuk itu,

tetapi apa yang kamu dapat lakukan, lakukanlah itu dengan sebaik-baiknya.

Dan jangan sombong jika kamu merasa banyak melakukan beberapa hal pada orang lain,

karena orang yang tinggi hati akan direndahkan

dan orang yang rendah hati akan ditinggikan.

cheers ^^


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

patah semangat ? no way !

Sebuah kecelakaanlalu lintas membuat hidup Chloe Jones gadis remaja 20 tahun yang masih duduk di bangku kuliah jurusan tekstil Nottingham Trent University berubah, Chloe Jones terlibat kecelakaan dengan taksi hingga mengakibatkan cacat permanen dimana kakinya harus diamputasi. Gadis yang sebelumnya ceria ini, sering terlihat murung menerima kenyataan yang tidak dia perkirakan sebelumnya. Chloe Jones menatap kedepan seakan harapan-harapan yang dulu pernah diimpikan susah tercapai. Silahkan baca artikel di bawah ini yang kami himpun dari ruanghati.com untuk lebih jelasnya.

Suatu ketika Chloe Jones sebuah pertunjukan Heather Mills on Dancing On Ice dimana terdapat beberapa peserta yang cacat sebagaimana dirinya, lalu hal tersebut menyentuh hatinya dan membuatnya kembali berani untuk membuka mimpi mimpi yang pernah disimpannya untuk bisa diraih kembali.

Salah seorang Organizer Angie Beasley bertemu Chloe di Miss Nottingham awal tahun ini, dan Angie sangat takjub dengan semangat yang dimiliki Chloe. Ketika Chloe masih normal sebelum amputasi tak pernah terbayangkan bakal ikut ambil bagian dalam sebuah kontes apalagi kontes kecantikan paling bergensi di Inggris yaitu Miss England. Namun Chloe mencoba untuk mengirimkan fotonya di pemilihan Miss Nottingham hingga akhirnya dirinya menjadi salah satu finalis yang kini ikut berkompetisi memperebutkan predikat Miss England.

Kala mengikuti kompetisi Miss Nottingham Chloe sempat pesimis, betapa tidak diantara 29 kontestan lainnya hanya dirinya yang berada duduk diatas kursi roda, sebagaimana umumnya kontes kecantikan kebanyakan pesertanya adalah para wanita dengan keadaan tubuh yang normal, sedangkan Chloe tidak sehingga ragu pun sempat melanda dirinya. namun nasib dan keberuntungan masih bersamanya hingga dirinya memenangi kontes kala itu.

Sekali lagi mestikah kita yang kebanyakan terlahir dan memiliki kesempurnaan lebih dari kisah Chloe ini mesti pesimis kala dalam perjalanan hidup kita mengalami cobaan dan deraan masalah, tidakkan kita mencoba berpikir positif dengan menjadikan kisa Chloe ini sebuah inspirasi untuk bangkit dan mencoba melewati masalah yang kita hadapi sekarang dengan hasil yang gemilang, jangan tunggu kapan-kapan saatnya kini untuk bangkit dari sebuah cobaan tak perlu esok hari.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

anak buta

Seorang anak buta duduk bersila di sebuah tangga pintu masuk pada sebuah supermarket. Yup, dia adalah pengemis yang mengharapkan belas kasihan dari para pengunjung yang berlalu lalang di depannya. Sebuah kaleng bekas berdiri tegak di depan anak itu dengan hanya beberapa keping uang receh di dalamnya, sedangkan kedua tangannya memegang sebuah papan yang bertuliskan “Saya buta, kasihanilah saya.”

Ada Seorang pria yang kebetulan lewat di depan anak kecil itu. Ia merogoh sakunya, mengeluarkan beberapa keping uang receh, lalu memasukkannya ke dalam kaleng anak itu. Sejenak, pria itu memandang dan memperhatikan tulisan yang terpampang pada papan. Seperti sedang memikirkan sesuatu, dahinya mulai bergerak-gerak.

Lalu pria itu meminta papan yang dibawa anak itu, membaliknya, dan menuliskan beberapa kata di atasnya. Sambil tersenyum, pria itu kemudian mengembalikan papan tersebut, lalu pergi meninggalkannya. Sepeninggal pria itu, uang recehan pengunjung supermarket mulai mengalir lebih deras ke dalam kaleng anak itu. Kurang dari satu jam, kaleng anak itu sudah hampir penuh. Sebuah rejeki yang luar biasa bagi anak itu.

Beberapa waktu kemudian pria itu kembali menemui si anak lalu menyapanya. Si anak berterima kasih kepada pria itu, lalu menanyakan apa yang ditulis sang pria di papan miliknya. Pria itu menjawab, “Saya menulis, ‘Hari yang sangat indah, tetapi saya tidak bisa melihatnya.’ Saya hanya ingin mengutarakan betapa beruntungnya orang masih bisa melihat. Saya tidak ingin pengunjung memberikan uangnya hanya sekedar kasihan sama kamu. Saya ingin mereka memberi atas dasar terima kasih karena telah diingatkan untuk selalu bersyukur.”

Pria itu melanjutkan kata-katanya, “Selain untuk menambah penghasilanmu, saya ingin memberi pemahaman bahwa ketika hidup memberimu 100 alasan untuk menangis, tunjukkanlah bahwa masih ada 1000 alasan untuk tersenyum.”


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

kotak sepatu

Henry dan Marta sudah menikah lebih dari 40 tahun. Tentu, sepasang manusia itu kini telah renta. Umur Henry 72 tahun dan umur Marta 68 tahun. Ketika hidup berumah tangga, keduanya tidak pernah menyimpan rahasia. Kecuali, sebuah kotak sepatu yang di simpan Marta di lemari pakaiannya. Marta berpesan kepada suaminya untuk tidak sekali-kali membukanya atau bahkan menanyakan tentang barang itu kepadanya.

Suatu ketika, Marta sakit keras. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Henry dan anak-anak mereka untuk menyembuhkan Marta. Tetapi, tak satu pun yang berhasil. Dokter sudah angkat tangan dengan penyakit Marta. Mengingat tuanya usia Marta, tidak mungkin bagi dokter untuk melakukan tindakan-tindakan medis seperti yang biasa dilakukan pada penderita biasa.

Saat berbaring di tempat tidur, Marta berkata lirih pada suaminya, “Tolong ambilkan kotak sepatu di lemari pakaianku.” Henry segera beranjak dari tempat duduknya dan mengambil kotak sepatu itu, lalu memberikannya pada istrinya. Rupanya Marta sadar, bahwa ini adalah saat yang tepat untuk membuka rahasia di dalam kotak sepatu itu.

“Bukalah.” Marta berkata lagi pada suaminya. Perlahan-lahan Henry membuka penutup kotak itu. Henry mendapati ada dua boneka rajut dan setumpuk uang senilai hampir sepuluh juta rupiah. Henry lalu menanyakan ada apa dengan dua boneka rajut dan uang itu pada istrinya.

“Ketika kita menikah, ada sebuah rahasia perkawinan yang dituturkan Nenekku.” Marta bercerita, “Nenekku berpesan bahwa jangan sekali-kali membentak atau berteriak pada suamimu. Nenek bilang jika suatu saat saya marah padamu, saya harus tetap diam dan merajut sebuah boneka.” Henry hanya bisa terdiam saat mendengar cerita istrinya. Dan, air mata pun mulai bercucuran di pipinya.

“Sayang, lalu bagaimana dengan uang sepuluh juta ini?” Tanya Henry pada Marta, “Darimana engkau mendapatkan sebanyak ini?” Isteri menyahut, “Oh, itu adalah uang hasil penjualan dari boneka-boneka yang pernah saya buat.”


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

arti persahabatan

Ini berawal saat seorang anak SMU yang bernama Rafi sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Tiba-tiba ia melihat remaja sebaya sedang naik sepeda lalu jatuh tersungkur tepat di depan rumahnya. Isi tas plastik pemuda itu tumpah dan berhamburan ke luar. Tanpa berpikir panjang, Rafi segera menolongnya. Rafi membantunya berdiri dan mengumpulkan barang-barangnya yang berserakan di jalan. Semprotan serangga, tali, dan beberapa barang lain yang dibawa remaja itu akhirnya sudah masuk ke dalam tas plastiknya lagi. Rafi juga melihat kaki pemuda itu terluka, maka Rafi memintanya mampir sebentar agar lukanya bisa diobati. Anak ABG itu menyetujuinya dan mereka berdua masuk rumah.

Di dalam rumah, Rafi ngobrol dengan dengan anak SMU itu yang akhirnya diketahui bernama Ridwan. Lama sekali Rafi ngobrol dengan Ridwan, mereka menjadi akrab dalam sekejab, mungkin karena umur mereka yang hampir sama. Mereka berbicara tentang sekolah, hobi, guru, dan hal-hal lain yang biasa diceritakan remaja SMU. Semenjak peristiwa itu, mereka berdua menjadi akrab dan saling bersahabat.

Saat lulus SMU, cerita anak abg itu berlanjut. kedua pemuda itu diterima di universitas yang sama. Persahabatan mereka pun makin dekat. Hingga tak terasa, waktu kelulusan pun tiba. Beberapa hari sebelum wisuda Ridwan menemui Rafi, seperti biasa mereka lalu saling mengobrol.

“Hey, Rafi!” kata Ridwan, “Tahukah kamu bahwa jika kamu tidak menolongku dulu, mungkin selamanya aku tidak akan kenal denganmu. Kamu memang sahabat terbaikku.”

“Haha.. biasa ajalah. Lha emangnya kenapa, toh?” Rafi balas bertanya.

“Maaf, jika aku tidak pernah bercerita tentang ini. Masa-masa pertemuan awal kita dulu adalah masa-masa kritis dalam hidupku.” Ridwan mulai bercerita, “Waktu itu, usaha bapakku bangkrut, dia terlilit banyak hutang. Sedangkan ibuku malah lari dengan lelaki lain. Aku selalu jadi korban emosi bapak. Waktu itu saya kecewa sekali dengan mereka dan ingin bunuh diri.”

Ridwan melanjutkan ceritanya, “Tetapi, waktu sehabis membeli racun serangga dan juga tali untuk bunuh diri, sepedaku malah terpeleset di depan rumahmu dan kamu menolongku. Keakraban dan ketulusanmu waktu itu seolah-olah bercerita bahwa masih banyak orang baik di sekitarku. Aku merasa tidak sendiri lagi waktu itu. Aku melihat ada harapan. Canda dan sikapmu membuatku membatalkan niat bunuh diriku. Thanks, bro! entah sadar atau tidak, engkau sudah menyelamatkan nyawaku.”


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

pertanyaan penting

Namaku Riri, aku saat ini sedang kuliah semester akhir di sebuah universitas negeri. Aku kuliah disebuah jurusan yang cukup favorit, yaitu jurusan Kedokteran. Sebuah jurusan – yang aku yakini – dapat membuat hidupku lebih baik di masa mendatang.

Bukan kehidupan yang hanya untukku, tetapi juga buat keluargaku yang telah susah payah mengumpulkan uang – agar aku dapat meneruskan dan meluluskan kuliahku. Kakakku juga rela untuk tidak menikah tahun ini, karena ia harus menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai tugas akhir dan biaya-biaya laboratoriumku yang cukup tinggi.

Hari ini adalah hari ujian semesteranku. Mata kuliah ini diampu oleh dosen yang cukup unik, dia ingin memberikan pertanyaan-pertanyaan ujian secara lisan. “Agar aku bisa dekat dengan mahasiswa.” katanya beberapa waktu lalu.

Satu per satu pertanyaan pun dia lontarkan, kami para mahasiswa berusaha menjawab pertanyaan itu semampu mungkin dalam kertas ujian kami. Ketakutanku terjawab hari ini, 9 pertanyaan yang dilontarkannya lumayan mudah untuk dijawab. Jawaban demi jawaban pun dengan lancar aku tulis di lembar jawabku.

Tinggal pertanyaan ke-10.

“Ini pertanyaan terakhir.” kata dosen itu.

“Coba tuliskan nama ibu tua yang setia membersihkan ruangan ini, bahkan seluruh ruangan di gedung Jurusan ini !” katanya.

Seluruh ruangan pun tersenyum. Mungkin mereka menyangka ini hanya gurauan, jelas pertanyaan ini tidak ada hubungannya dengan mata kuliah yang sedang diujikan kali ini.

“Ini serius !” lanjut Pak Dosen yang sudah agak tua itu dengan tegas. “Kalau tidak tahu mending dikosongkan aja, jangan suka mengarang nama orang !”

Aku tahu ibu tua itu, dia mungkin juga satu-satunya cleaning service di gedung jurusan kedokteran ini. Aku tahu dia, orangnya agak pendek, rambut putih yang selalu digelung, dan ia selalu ramah serta amat sopan dengan mahasiswa-mahasiswa di sini. Ia selalu menundukkan kepalanya saat melewati kerumunan mahasiswa yang sedang nongkrong.

Tapi satu hal yang membuatku konyol.. aku tidak tahu namanya ! dan dengan terpaksa aku memberi jawaban ‘kosong’ pada pertanyaan ke-10 ini.

Ujian pun berakhir, satu per satu lembar jawaban pun dikumpulkan ke tangan dosen itu. Sambil menyodorkan kertas jawaban, aku memberanikan bertanya kepadanya kenapa ia memberi ‘pertanyaan aneh’ itu, serta seberapa pentingkah pertanyaan itu dalam ujian kali ini.

“Justru ini adalah pertanyaan terpenting dalam ujian kali ini” katanya. Beberapa mahasiswa pun ikut memperhatikan ketika dosen itu berbicara.

“Pertanyaan ini memiliki bobot tertinggi dari pada 9 pertanyaan yang lainnya, jika anda tidak mampu menjawabnya, sudah pasti nilai anda hanya C atau D !”

Semua berdecak, aku bertanya kepadanya lagi, “Kenapa Pak ?”

Kata dosen itu sambil tersenyum, “Hanya yang peduli pada orang-orang sekitarnya saja yang pantas jadi dokter.” Ia lalu pergi membawa tumpukan kertas-kertas jawaban ujian itu.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

bumerang

Bumerang

oleh Rumah Curhat pada 03 November 2010 jam 5:33

Ingat Australia,

Anda pasti ingat dengan bumerang,

alat berburu yang sangat khas dari suku Aborigin.

Bumerang merupakan salah satu senjata yang unik dibandingkan dengan senjata-senjata lainnya.

Apa keistimewaannya?

Bumerang akan kembali dengan sendirinya jika tidak mengenai sasaran.

Adanya pergeseran titik berat pada bumerang menyebabkan perputaran ke arah semula.

Geli juga ketika ingat pengalaman sederhana ini.

Saya ada janji untuk ketemu dengan salah seorang teman.

Karena teman tak kunjung datang,

tak ada salahnya saya jalan-jalan di sekitar tempat itu

dan mulai melihat barang-barang yang dipajang di sana.

Just killing time, demikian pikir saya.

Lalu ketika melihat sebuah barang yang cukup menarik,

saya iseng bertanya harganya meski tidak ada niatan sama sekali untuk membeli barang itu.

Ketika penjual menyebutkan harganya,

sekali lagi saya iseng untuk menawar dengan harga yang sangat rendah,

karena memang saya tidak ada niat sama sekali untuk membeli barang itu.

Yang membuat saya jadi gelagapan adalah

ketika si penjual tahu-tahu menurunkan barang itu dan memberikannya kepada saya,

tanda jadi transaksi.

Cukup menyesal karena saya sebenarnya hanya iseng saja,

tapi sekarang harus merogoh kocek untuk barang yang tak ingin saya beli.

Meski demikian,

bersyukur karena saya dapat sebuah pelajaran berharga,

hati-hati dengan setiap kata yang keluar dari mulut kita, karena itu bisa menyulitkan kita.

Bumerang bisa jadi senjata makan tuan,

demikian juga halnya dengan perkataan yang keluar dari mulut kita.

Perkataan yang tak tepat waktu untuk diucapkan,

perkataan yang tidak tepat kepada siapa harus dikatakan,

perkataan kosong, sembrono dan perkataan yang sia-sia

kadangkala bisa menyulitkan diri kita sendiri pada akhirnya.

Itu sebabnya orang bijak akan berpikir berkali-kali sebelum mengeluarkan satu perkataan,

bukannya berkata-kata dulu baru kemudian berpikir dengan apa yang sudah dikatakan.

Kalau kita mau sedikit lebih jujur,

bukankah banyak kesulitan dan masalah yang kita hadapi sekarang ini

sebagai akibat perkataan kita yang sembrono dan tak tepat pada waktunya?

Orang bijak mengeluarkan perkataan yang tepat, pada waktu yang tepat dan pada orang yang tepat.

(Kwik)


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More