Popular Posts

masukan E-mail mu untuk berlannganan:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 21 Desember 2010

gagal

Menjadi juara bukan berarti kita tak pernah mengalami kegagalan.

Bahkan mereka yang menang justru akrab dengan kegagalan.

Sejujurnya,

mereka seperti kita yang terkadang melakukan kesalahan dan terpuruk dalam kegagalan,

hanya saja para juara tak akan menyerah begitu saja.

Yang pasti ia punya cara pandang yang positif tentang kegagalan seandainya ia mengalaminya.

Tak ada salahnya kita melongok pandangan para juara tentang kegagalan,

seperti yang diungkapkan oleh Dale Galloway dalam buku How to Feel Like A Somebody Again!

Gagal tidaklah sama dengan menjadi pecundang.

Kegagalan adalah babak kehidupan yang wajar dan manusiawi,

itu bukan berarti kita sudah habis dan selesai dengan predikat pecundang.

Mengalami kegagalan juga tidak memalukan seperti yang dikira semua orang.

Bukankah tiap orang juga pernah mengalaminya?

Yang sangat positif adalah kegagalan itu bukan kekalahan, kegagalan adalah kemunduran sementara.

Kegagalan tidak akan pernah menjadi bab terakhir di dalam buku kehidupan Anda,

kecuali Anda sudah menyerah kalah.

Kita harus tahu bahwa semua hal di dunia ini selalu mengandung resiko gagal.

Jika kita takut mengalami kegagalan dan tidak pernah mencobanya,

itu sebenarnya adalah kegagalan yang sangat fatal.

Michael Jordan, seorang legendaris NBA berkata,

“Lebih baik mencoba dan gagal, daripada tidak sama sekali!”

Setiap kegagalan sebenarnya menciptakan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar.

Dan yang tampaknya aneh,

kita bisa lebih cepat sukses seandainya kita banyak mengalami kegagalan!

Dan jangan pernah lupa bahwa kegagalan adalah sebuah kesempatan untuk belajar

bagaimana caranya mengerjakan segalanya dengan lebih baik,

juga belajar bahaya-bahayanya dan caranya untuk menghindarinya.

Kegagalan menjadi pembelajaran tersendiri bagi kita.

Apakah hari Anda tertunduk lesu karena merasa gagal.

Anda belum tamat, dan seyogyanya Anda tidak harus menamatkan hidup Anda.

Justru inilah waktunya untuk bangkit, punya hati yang besar

dan memiliki cara pandang yang benar tentang kegagalan.

Buktikanlah bahwa kegagalan sebenarnya tak punya kuasa untuk merebut kemenangan Anda.

Kegagalan hanyalah sebuah proses dalam mencapai keberhasilan.

Itu saja!

Anda tidak akan pernah kalah karena gagal, Anda akan kalah kalau sudah menyerah!


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

zona

Dalam bertumbuh secara pribadi, kebanyakan orang jatuh ke dalam salah satu dari ketiga zona berikut:

Zona Mudah

Orang yang berada di dalam zona ini seringkali berfokus pada apa yang sudah dikerjakannya di masa lampau

sebab tidak banyak yang dilakukannya hari ini.

Baginya, hidup seumpama rangkaian hari-hari yang teramat sederhana.

Orang ini tetap rendah hati.

Dan, jika hari ini keadaan memungkinkannya untuk berupaya lebih sedikit daripada kemarin,

barulah orang ini akan bertindak.

Ia tidak bersedia melihat potensinya.

D3S3: Dari Dulu Dulu Sama Sama Saja.

Zona Nyaman

Orang yang berada dalam zona nyaman mungkin saja berupaya keras,

tetapi bisa jadi tidak pernah bertumbuh.

Ia berpaut pada apa yang diketahuinya, karena hal itu aman.

Mungkin saja ia mengakui bahwa pertumbuhan adalah sesuatu yang baik

namun ia tidak bersedia membayar harga untuk pertumbuhannya sendiri.

Akibatnya, ia tidak akan pernah meraih potensinya.

P7: Pergi Pagi Pagi Pulang Pendapatan Pas Pas-an.

Zona Tantangan

Orang yang hidup dalam zona tantangan senantiasa berupaya keras untuk meraih potensinya.

Ia tidak puas dengan kemenangan-kemenangan yang dicapai kemarin

Ia juga tidak puas dengan kesuksesan yang dicapai hari ini saja.

Ia akan terus-menerus mencoba melakukan apa yang belum pernah dikerjakan sebelumya.

Ia belajar dan bertumbuh setiap hari.

Ia tahu bahwa mungkin ia belum pernah sepenuhnya menyadari potensinya,

namun itu tidak membuatnya berhenti mengerjakan semua yang dapat dilakukan untuk meraih potensinya

Belajarlah seakan-akan Anda akan hidup selama-lamanya.

Hiduplah seakan-akan Anda akan meninggal esok hari.

Sumber : jawaban.com


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

berfikir positif

Alkisah,

zaman dulu hiduplah seorang Raja tampan yang masih muda

dan punya seorang Ajudan yg cerdas dan selalu berpikir positf.

Suatu hari, Raja dan si Ajudan melakukan perjalanan dengan melintasi hutan lebat.

Di tengah jalan, Raja haus

dan Ajudan meminta salah satu pengawal mengambil kelapa untuk diminum oleh Raja.

Tanpa disengaja, Raja mengigit batok kelapa yang keras,

sehingga 2 gigi depannya patah.

Raja marah kepada Ajudan, tapi Ajudan malah tertawa.

"Kenapa kamu tertawa?" tanya Raja.

"Maaf Baginda, karna itu adalah pertanda keberuntungan bagi baginda.

Hamba selalu yakin bahwa dibalik tiap kejadian yang tak mengenakkan,

selalu ada sisi baik yang tak dapat kita lihat," jawab Ajudan.

Tapi Raja malah menjadi murka dan memerintahkan pengawal untuk menangkap Ajudan

serta mengikat tangannya dan melemparkannya ke dalam lubang kering yang ada di sekitar tempat itu.

Ajudan sama sekali tidak memprotes dan menurut saja kehendak Raja.

Ketika rombongan Raja telah berjalan cukup jauh,

tiba-tiba segerombolan suku liar datang menghadang.

Raja ditangkap karena dianggap paling muda

dan tampan dipilih untuk dikurbankan kepada dewa Gunung Api.

Pada saat upacara akan dimulai,

Kepala Suku kaget melihat satu gigi dari sang Raja telah tanggal.

"Kami tak bisa menggunakanmu sebagai kurban,

karena Dewa Gunung Api hanya berkenan menerima kurban yang tubuhnya lengkap.

Kamu boleh pergi sekarang!!" kata Kepala Suku Liar

Raja berlari meninggalkan suku liar dan teringat perkataan Ajudannya,

bahwa dari sesuatu kejadian yang dianggapnya sebagai kesialan

selalu ada sisi lain yang tidak bisa diperkirakan sebelumnya.

Lalu Raja pergi ke sumur kering tempat ia menjebloskan Ajudan dan berkata:

"Engkau memang berpikiran positif, aku minta maaf."

Sambil menolong Ajudan keluar dari lubang ia menceritakan semua kejadian yang dialaminya.

"Baginda tak perlu meminta maaf, bukankah itu adalah sebuah keberuntungan juga bagi hamba

karna telah melemparkan hamba ke dalam sumur ini?

Seandainya ikut bersama Baginda,

suku liar itu akan memotong kepala hamba sebagai kurban untuk Dewa mereka.

Hamba berterima kasih pada baginda," jawab Ajudan.

Ketika mereka tiba kembali di istananya maka

Raja mengumumkan bahwa Ajudan diangkat menjadi Perdana Menterinya.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

apabila ini hari terakhirku

Apabila ini hari terakhirku

oleh Rumah Curhat pada 06 Desember 2010 jam 16:10

Saya teringat kisah saat saya berbincang-bincang dengan salah seorang pengusaha kaya raya di negeri ini.

Ketika perbincangan sudah sampai ke tahap "dari hati ke hati,"

saya beranikan diri untuk bertanya hal yang lebih pribadi.

"Pak , mohon maaf, kalau saya boleh tahu adakah hal yang masih ingin Bapak wujudkan dalam hidup ini?"

Sambil tersenyum ia berkata,

"Beberapa tahun ke depan saya akan mulai menyerahkan sebagian kepemimpinan perusahaan

kepada anak-anak saya dan para professional.

Setelah itu, saya akan pensiun, menikmati hidup,

dan lebih aktif dalam kegiatan sosial.

Selain itu saya kepengen bisa traveling ke kota-kota kecil.

Kan orang di kota kecil lebih ramah, lebih baik, dan jauh dari stress."

Ketika perbincangan semakin dalam,

saya beranikan juga diri saya untuk bertanya tentang apakah ada penyesalan dalam hidupnya.

Sejenak ia terdiam lalu dengan mata berkaca-kaca ia berujar,

"Ada satu hal yang sangat saya sesali sampai hari ini,

yaitu saya belum sempat membawa ibu saya jalan-jalan ke negeri China.

Itu adalah impian ibu saya dan sebagai anak yang telah mapan secara ekonomi

saya pengen sekali bisa membahagiakan ibu dengan mewujudkan impiannya itu.

Tahun demi tahun berlalu dan sesungguhnya saya punya dana serta kesempatan untuk melakukan itu.

Hanya saja, waktu itu saya menyepelekan rencana ini.

Saya pikir, nanti saja kalau kerjaan saya sudah beres.

Ternyata saya terlalu asyik bekerja sehingga ibu saya keburu dipanggil pulang Yang Mahakuasa."

Dari kisah sederhana ini, kita juga boleh belajar satu hal penting.

Memang benar,

tips untuk menjadi lebih berbahagia adalah dengan menganggap hari ini adalah hari terakhir hidup kita didunia.

Namun, disisi lain,

saya kira juga benar bahwa dengan menganggap hari ini sebagai hari terakhir,

kita punya kesempatan untuk menunjukkan kasih kita kepada orang-orang yang dekat dihati kita.

Saya ingat seorang wanita karir yang kabarnya hingga hari ini

masih mengalami stress berat lantaran selalu menolak permintaan anaknya untuk dimandikan.

Ceritanya, selama beberapa waktu,

setiap pagi sebelum sang ibu berangkat ke kantor,

anaknya yang masih kecil itu meminta sang ibu untuk memandikannya.

Setiap kali permintaan itu dilontarkan, selalu terdengar jawaban yang sama,

"Mama kan sibuk,

Mama harus kerja keras untuk cari uang agar kamu bisa dapat makanan,

rumah, mainan, sekolah, dan segalanya yang terbaik.

Mama kan sudah sewa dua pembantu khusus untuk mengurus kamu...

Jadi ngapain Mama harus mandiin kamu?"

Meskipun "lagu" yang didendangkan sang ibu selalu sama,

sang anak tetap tidak berubah pendirian.

Ia tetap minta dimandikan.

Ini terjadi selama berhari-hari dan sang ibu tetap tidak juga mau memandikannya.

Suatu hari anak ini terkena demam berdarah dan beberapa waktu kemudian meninggal.

Kali ini, dengan berlinang air mata,

sang ibu memandikan -bukan lagi anaknya- melainkan jenazah anaknya.

Oh, betapa menyedihkan!

Benar kata orang bijak bahwa hal-hal kecillah yang kerap membuat penyesalan terbesar di hati kita.

Tidak ada yang pernah tahu kapan kita akan dipanggil.

Tidak ada juga yang tahu kapan orang-orang yang kita kasihi akan dipanggil.

Seorang sahabat yang juga pengusaha pernah berkomentar,

"Setiap hari kita diberi kesempatan untuk mengasihi dan juga dikasihi.

Itu satu paket! Pada saat kita mengasihi, kita pun dikasihi.

Terkadang karena rutinitas dan kesibukan sendiri,

kita jadi lupa sehingga menganggap semuanya biasa-biasa saja.

"Memang, kadang kita baru betul-betul merasa kehilangan ketika semuanya itu telah pergi untuk selamanya.

Seorang bijak pernah berkata,

"Salah satu cara terbaik menunjukkan kasih kita kepada mereka yang telah tiada adalah

dengan mengasihi orang-orang yang masih hidup, khususnya orang-orang yang dekat dihati kita."

Sebuah nasihat yang amat berharga!

Jadi, selagi masih ada kesempatan,

lakukanlah yang terbaik dan jadilah diri kita yang terbaik

karena kita tidak pernah tahu kapan hari itu akan tiba.

Kasihilah orang-orang yang paling dekat dihati kita seolah-olah hari ini adalah hari terakhir,

entah bagi kita atau bagi mereka.

Toh, tidak ada salahnya menganggap ini adalah hari terakhir

jika kita bisa memperoleh banyak manfaat positif darinya.

Sepuluh aturan menuju hidup yang lebih berbahagia :

1. Berbagi.

2. Melakukan kebaikan.

3. Selalu mengucap syukur.

4. Bekerja penuh semangat.

5. Mengunjungi orangtua dan belajar dari pengalamanmereka.

6. Memandang lekat lekat wajah seorang bayi dan mengaguminya.

7. Sering tertawa - tawa adalah minyak pelumas hidup.

8. Berdoa untuk mengetahui jalan Tuhan.

9. Membuat rencana seperti Anda akan hidup selamanya - dan itu pasti.

10. Hidup seakan akan hari ini adalah hari terakhir hidup Anda dimuka bumi.

Sumber : The Power of Hope - Paulus Winarto


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

kura -kura

Di tepi sungai ada seorang anak yang menemukan seekor kura-kura,

anak itu dengan riangnya membawa jalan-jalan kura-kura yang ditemukannya itu,

tetapi sang anak berpikir...

Mengapa dari tadi kura-kura itu tidak mengeluarkan kepala,kaki,dan ekornya itu.

Sang anak mencongkel kepalanya, kakinya dan ekornya,

tetapi kura-kura itu tetap berdiam di dalam.

Sudah setengah hari dia berusaha untuk mengeluarkan kura-kura tersebut, dan akhirnya dia menyerah.

Saat itu datanglah laki-laki tua dan menepuk pundaknya,

laki-laki itu berkata

" Anak muda, ikutlah bersamaku,bawalah kura-kura itu serta",

karena anak itu terlalu lelah, akhirnya dia tak berpikir panjang dan langsung menurut.

Sampai di rumah si Tua itu,

dia duduk di bangku dan ditemani kura-kura yang tidak mau keluar itu.

Si Tua berkata "Bolehkah aku meminjam sebentar kura-kura mu ?",

si Anak menjawab :

"lakukanlah apa yang kamu bisa terhadap kura-kura yang keras kepala itu !",

dengan kecewa bercampur marah si Anak memberi kura-kura itu.

Si Tua mengambil kura-kura itu dengan lembut

dan menaruhnya di depan perapian yang sedang menyala,

dan MUNCULAH KEAJAIBAN

kura-kura itu keluar dari cangkangnya yang keras dan mulai berjalan.

Si Anak melihat kejadian itu tak berkedip,

dan si Tua berkata

" Inilah apa yang terjadi jika kekerasan kita luluhkan dengan kehangatan yang tulus".


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

terima kasih

Terima Kasih

oleh Rumah Curhat pada 08 Desember 2010 jam 14:27

Ucapan terima kasih sebagaimana yang sudah kita pahami bersama

merupakan ungkapan yang tak boleh tidak keluar dari mulut kita

saat menerima kebaikan hati orang lain.

Meski ada orang yang mengucapkan ini sebagai sambil lalu saja

atau sekedar penghias bibir

namun kata ini sangat mujarab saat diucapkan dengan penuh ketulusan.

Hari ini sudahkah anda berterimakasih

untuk kebaikan kecil yang anda terima dari orang terdekat anda.

Mungkin itu suatu rutinitas sehingga nampaknya tidak butuh pemberian terimakasih…

tapi relakan waktu sedetik atau dua detik anda

untuk mengucapkannya

dan lihatlah suatu keceriaan baru akan terjadi.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

cangkang telur

“Teng…teng…” bel tanda masuk berbunyi,

Bu Heni dan bu Han memanggil anak-anak masuk ke dalam ruangan.

Anak-anak pun segera berkumpul dan satu persatu duduk di karpet.

Namun di ujung saung terlihat masih ada empat anak yang masih asyik bermain.

Aisha dengan Nadwa yang sibuk dengan lomba larinya,

Rian yang masih asyik bermain dengan boneka naruto yang baru dibelinya,

dan Raihan yang sedang asyik memberi makan kelinci di halaman.

Bu Han pun segera memanggil Aisha, Nadwa, Rian dan Raihan untuk segera masuk

karena waktu istirahat telah selesai.

Tiba-tiba Rian memukul Raihan, sehingga Raihan menangis tersedu-sedu.

Bu Han pun segera berlari menuju tempat kejadian,

begitu pun Aisha dan Nadwa.

Bu Han bertanya, "Mengapa Rian memukul Raihan".

Rian berkata, “Raihan mengambil narutonya”,

seketika Raihan menjawab “Aku kan hanya pinjam” tanpa menghentikan tangisannya.

Bu han pun segera melerainya,

dan meminta Aisha dan Nadwa untuk berkumpul dengan teman-teman yang lain.

Sedangkan Bu Han meminta Rian dan Raihan untuk duduk dan menyelesaikan masalahnya.

Aisha dan Nadwa yang sedang asyik melihat kejadian tersebut pun pergi ke kelas sambil mengucap

“Dasar Cengeng”.

Bu han yang mendengar kalimat tersebut meminta Aisha dan Nadwa untuk segera masuk kelas.

Setelah Bu Han, Rian dan Raihan menyelesaikan masalahnya,

mereka pun segera bergabung dengan Bu Heni dan teman-teman yang lain.

Ternyata hari ini Bu Heni membawa tiga butir telur yang siap untuk dimasak.

Bu Heni meminta Aisha untuk memecahkan telur ke dalam mangkok yang sudah disiapkan di depannya.

Sedangkan untuk dua telur yang lain di pecahkan oleh Rana dan Fathia.

Bu Heni bertanya “Apa yang terjadi dengan telurnya?”

Serentak anak-anak pun berkata, “Telurnya pecah bu..”

“Bu, telurnya terbelah menjadi dua,

dan aku bisa melihat kuning dan telurnya masuk ke mangkok.” Ujar Rana.

“Bagus sekali, Nah sekarang kalian siap?

Siapa diantara kalian yang bisa mengatakan kepada ibu

bagaimana caranya agar ibu bisa mengembalikan isi telur kedalam cangkangnya?”

Suasana kelas menjadi hening, sang guru tersenyum dan menggoda anak-anak itu.

“Ayo, Ibu menunggu jawaban kalian….”

“Bu heni, kita tidak bisa mengembalikan isi telur itu, kan?” Tanya Rian yang penasaran.

“Menurutmu bagaimana?” Bu heni balik bertanya.

“Tidak bisa bu, kurasa tidak akan bisa” jawabnya dengan hati-hati.

“Bagus, Excellent Rian. Kita tidak bisa membuat telur itu utuh lagi.

Dan kalian tahu sebabnya?

Sekali sebutir telur pecah, dia akan tetap pecah.” Tutur bu hen sambil menoleh kepada Rian dan Raihan.

Begitu juga dengan kata-kata.

Setiap kali sepatah kata keluar dari mulut kita, kata itu tidak akan pernah bisa kembali.

Itulah sebabnya kita harus berhati-hati dengan apa yang kita katakan kepada orang lain.

Kata-kata bisa menyakitkan, persis seperti ketika kita memecahkan telur.”

Tiba-tiba Rian beranjak dari tempat duduknya dan mendekati tempat duduk Raihan seraya berkata,

“Maafin aku yach karena telah menonjokmu..”

Raihan pun menyambut tangan Rian dan berkata,

“aku juga minta maaf karena mengambil mainanmu.”

Aisha pun tak ketinggalan meminta maaf pada Raihan karena telah mengatai nya cengeng.

Dan suasana kembali gaduh karena semua bersiap-siap untuk menggoreng roti yang dilapisi dengan telur.

Sakitnya pukulan mungkin bisa hilang dalam beberapa waktu,

namun bagaimana dengan hati?

Jika kata-kata yang keluar dari mulut kita ternyata menyakiti saudara kita?

Lalu dengan cara apa kita mengembalikannya?

Dengan apa kita menghapusnya?

Sudah berapa telurkah yang sudah kita pecahkan?

Bagaimana mengembalikannya?

Karena itu perhatikan setiap kata yang hendak diucapkan .. :)


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More