Popular Posts

masukan E-mail mu untuk berlannganan:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 21 Desember 2010

berbagi dan berbagilah

Alkisah, ada seorang anak kelas 5 SD bernama Adi. Setiap hari, Adi tiba di sekolah pagi-pagi sekali. Biasanya saat ia datang, belum ada satu pun teman sekelasnya yang datang.

Suatu hari, saat istirahat, Adi terkejut melihat bekal yang dibawanya dari rumah berkurang separuh . “Siapakah gerangan yang mengambil bekalku?” batinnya dalam hati sambil mengitarkan pandangan curiga ke seputar kelas.

Sepulang dari sekolah, diceritakan kasus bekal yang hilang kepada ibunya. “Ibu tidak lupa menyiapkan bekal untukku sebanyak dua potong kan?” tanya Adi penasaran.

“Iya, Ibu ingat sekali menyiapkan bekalmu dua potong, bukan sepotong,” jawab ibu Adi meyakinkan. Seminggu kemudian, saat kembali ke kelas, tanpa sengaja, Adi terkejut melihat penjaga sekolah mengendap-endap memasuki kelas yang masih kosong. Dia membuka tas Adi dan mengambil sepotong bekalnya. Kemudian bergegas pergi dengan muka tampak tertekan dan murung.

Sepulang dari sekolah, Adi menceritakan kejadian itu kepada ibunya. “Ibu, ternyata pencurinya si penjaga sekolah. Apa yang harus Adi lakukan, Bu? Kalau Adi laporkan ke wali kelas atau kepala sekolah, dia pasti diberi sanksi, bahkan mungkin dikeluarkan dari sekolah. Kasihan kan, Bu. Walaupun orangnya baik, tapi yang diperbuat kan salah”.

Dengan tersenyum sayang, ibunya menjawab, “Saran ibu, jangan dilaporkan dulu ke sekolah. Ibu kenal baik keluarga penjaga sekolahmu itu. Dia bukan penjahat. Pasti karena terpaksa dia mengambil setengah bekalmu. Dan masih berbaik hati meninggalkan setengahnya untuk Adi agar Adi tidak kelaparan. Begini saja, besok akan Ibu siapkan bekal lebih banyak, dua kali dari biasanya. Adi berikan sebungkus kepada penjaga sekolah. Cukup berikan saja, tidak perlu menegur atau berkata apapun kepadanya. Kita lihat apa reaksinya, setuju?”

Keesokan harinya, Adi menemui penjaga sekolah dan menyerahkan sebungkus bekal. Penjaga sekolah terkejut sesaat, wajahnya pucat dan takjub. Dengan tangan gemetar, diterimanya bingkisan itu. Tampak matanya berkaca-kaca.

Sambil terbata-bata dia berkata, “Terima kasih, terima kasih Nak. Bapak minta maaf telah mengambil setengah jatah bekal Nak Adi. Bapak sungguh menyesal dan dihantui perasaan bersalah. Bapak lakukan karena terpaksa. Anak bapak sakit, sedangkan uang kami tidak cukup untuk membeli makanan karena istri bapak memerlukan biaya untuk melahirkan. Mohon maafkan Bapak, Nak. Bapak berjanji tidak akan mengulanginya. Dan terima kasih karena tidak melaporkan kepada pihak sekolah sehingga Bapak masih bisa bekerja. Sampaikan permintaan maaf dan terima kasih kami pada ibumu. Sungguh beliau seorang ibu yang baik dan bijak”. Sambil mengangguk senang, Adi meninggalkan penjaga sekolahnya.

Teman-teman yang luar biasa, kesalahan, walau dengan alasan apapun, tidak akan menjadi benar. Mau menyadari, mengakui kesalahan, dan meminta maaf adalah sebuah kebesaran jiwa. Dan berjanji untuk tidak mengulangi adalah kebijaksanaan tertinggi.

Sebaliknya, bisa memaafkan orang yang bersalah kepada kita bahkan rela memberi bantuan dan menyadarkannya, bukan hanya damai di hati tetapi sekaligus menunjukkan kita, manusia, sebagai makhluk yang ber-Tuhan. Maka jelas sekali, jika bisa berbagi, kita akan bahagia. Share and be happy.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

bersyukur segala hal

Puspa sangat senang ketika mengikuti acara ulang tahun perusahaan. Sebetulnya bukan hanya Puspa, semua orang juga senang. Salah satu acaranya adalah pembagian door prize. Door prize ini sangat menarik karena jumlahnya banyak. Semua orang pasti dapat. Dari handphone (HP), walkman, DVD player, hingga selimut, gelas, panci, jaket dan berbagai jenis barang lainnya.

Puspa sudah mengincar HP karena HP-nya sudah sering mati, sudah saatnya beli baru. Apalagi HP yang dijadikan door prize ada tiga unit. Berarti kesempatan makin besar kan ?

Cara pembagian door prize berbagai macam, ada yang diundi, ada yang diberikan bagi yang bisa menjawab pertanyaan, dan sebagainya. Dua HP telah dibagikan secara diundi. Puspa masih mengharap untuk mendapatkan HP ketiga. Saat itu dikatakan bahwa HP ketiga akan diberikan kepada yang rumahnya paling jauh dari kantor. Puspa sangat gembira, rumahnya di Tangerang. Segera dia mengacungkan tangannya.

Pada saat bersamaan ada dua orang lain yang mengacungkan tangan. Yang satu tinggal di Ciputat, Jakarta Selatan, dan yang kedua tinggal di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Pembawa acara menanyakan kepada para hadirin untuk menentukan mana yang rumahnya paling jauh. Beberapa orang memilih Puspa yang rumahnya paling jauh karena tinggal di Tangerang. Hampir semua orang setuju, Puspa sudah senang sekali.

Tapi tiba-tiba ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang di Tanjung Priok lebih jauh jaraknya. Tangerang memang bisa dikatakan luar Jakarta , tapi dari segi jarak, masih lebih jauh yang di Tanjung Priok. Hadirin lain ada yang setuju dan ada yang tidak setuju. Tapi karena lebih banyak yang setuju, akhirnya orang yang rumahnya di Tanjung Priok terpilih sebagai pemenang yang berhak mendapatkan HP.

Semua orang menganggap hal tersebut sebagai permainan saja. Tapi bagi Puspa, kejadian itu sangat mengecewakannya. Dia sangat kecewa dengan keputusan tersebut. Akhirnya Puspa mendapat sebuah selimut tebal. Puspa sangat kecewa.

Beberapa waktu kemudian, terjadilah hujan lebat selama beberapa hari di Jakarta sehingga beberapa daerah terkena banjir. Rumah Puspa kebetulan aman dari banjir. Tapi rumah karyawan yang tinggal di Tanjung Priok itu terlanda banjir. Untunglah seluruh anggota keluarganya sempat dievakuasi.

Setelah kembali bekerja, dia bercerita bahwa door prize HP yang diperolehnya telah menyelamatkannya. Dengan HP tersebut dia bisa menghubungi sanak saudaranya sehingga mereka bisa minta bantuan tim penyelamat untuk mengevakuasinya dan seluruh anggota keluarga.

Mendengar hal ini, Puspa malu sendiri. Ternyata HP tersebut lebih berguna di tangan orang lain. Puspa malu pada dirinya sendiri. Bukankah dia bisa beli HP baru lagi asalkan mau menabung? Dia merasa harus bersyukur karena teman kerjanya terselamatkan oleh HP tersebut.

Kini Puspa bisa mensyukuri hadiahnya karena ternyata adiknya sakit dan menggigil akibat demam tinggi. Selimut tebal Puspa menjadi penyelamat sementara karena di rumah memang tidak ada selimut.

Di sebuah public workshop, salah seorang peserta, seorang ibu, bercerita. Ibu ini mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga di rumahnya. Baru dua minggu bekerja, pembantu tersebut mengajukan satu pertanyaan yang mengejutkan.

Dia bertanya: "Bu, Ibu kok tiap hari pesta?". Tentu saja Ibu itu terkejut, dia tidak merasa mengadakan pesta di rumahnya. Apalagi pesta tiap hari. "Pesta? Pesta apa?", tanyanya heran. "Ibu tiap hari masak ayam. Itu kan pesta?", jawab pembantunya dengan polos. Tentu saja Ibu ini terkejut, tersentak, dan sekaligus terharu.

Hatinya tersentuh. Hampir menangis rasanya. Berarti, pembantu ini biasanya hanya makan ayam di saat pesta. Karena itu, pembantunya heran mengapa di tempatnya bekerja setiap hari masak ayam, mengapa setiap hari mengadakan pesta. Ibu ini hanya diam saja, tidak bisa berkata apa-apa, tidak bisa menjawab. Matanya berkaca-kaca.

Sambil menceritakan kisah inipun, mata beliau berkaca-kaca. Kisah tersebut membuat semua orang yang ada di ruangan itu, seluruh peserta public workshop termasuk saya yang menjadi pembicara, merasa tersentuh dan terharu, sekaligus merasa malu. Mata kami juga berkaca-kaca.

Salah seorang peserta mengaku merasa malu pada dirinya sendiri setelah mendengar kisah tersebut. Dia berkata: "Di rumah, anak-anak saya sering berkata Bosan ah. Makan ayam melulu.'' Padahal di luar sana , masih ada orang yang hanya makan ayam kalau pesta". "Kita harus belajar untuk bersyukur" kata salah seorang peserta lain. Semua setuju. Semua orang tergerak untuk mensyukuri apa yang sudah dimiliki. Mensyukuri semua yang sudah diberikan Tuhan kepada kita.

Seorang ibu yang berusia 50 tahun selalu dikira baru berumur 30 tahun. Benar-benar awet muda. Ketika ditanya apa rahasianya, beliau menjawab:"Selalu bersyukur. Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Meskipun kita tidak menyadarinya. " Betul sekali, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua.

Be thankful! Give thanks for everything!


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

Apa Gunanya Menyalahkan ?

Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka. Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku- orang luar-seperti sepupu jauh.

Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. "Siapa yang melakukan ini?" ibuku membentak melihat dapur berantakan. "lni semua salahmu, Katharine," ayahku berkeras jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak. Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu. Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan. Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa. Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka. lndahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.

Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga perempuan. Satu putranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena itulah kelima yang tersisa menjadi dekat. Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York . Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun. Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu. Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada siapa saja yang ditemuinya.

Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan, tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka membolehkan Amy mengemudi. Di suatu tempat di South Carolina , kami keluar dari jalan tol untuk makan. Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu. Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti. Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami. Jane langsung meninggal.

Aku selamat hanya dengan sedikit memar. Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal. Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak. Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar. Kepala dibalut perban; kaki Amy digips. Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan bahagia saat melihat putri mereka. Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya. Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy, berulang-ulang mereka hanya berkata, "Kami gembira kalian masih hidup." Aku tercengang. Tak ada tuduhan. Tak ada tudingan.

Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Bu White berkata, "Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya. Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat menghidupkannya kembali. Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas kematian kakaknya?"

Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa. Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane. Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan sebenarnya tidak penting. Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

awal dari sebuah kesuksesan

Ada seseorang saat melamar kerja, memungut sampah kertas di lantai ke dalam tong sampah, dan hal itu terlihat oleh peng-interview, dan dia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Ternyata untuk memperoleh penghargaan sangat mudah, cukup memelihara kebiasaan yang baik.

Ada seorang anak menjadi murid di toko sepeda. Suatu saat ada seseorang yang mengantarkan sepeda rusak untuk diperbaiki di toko tersebut. Selain memperbaiki sepeda tersebut, si anak ini juga membersihkan sepeda hingga bersih mengkilap. Murid-murid lain menertawakan perbuatannya. Keesokan hari setelah sang empunya sepeda mengambil sepedanya, si adik kecil ditarik/diambil kerja di tempatnya.

Ternyata untuk menjadi orang yang berhasil sangat mudah, cukup punya inisiatif sedikit saja

Seorang anak berkata kepada ibunya: “Ibu hari ini sangat cantik. Ibu menjawab: “Mengapa?

Anak menjawab: “Karena hari ini ibu sama sekali tidak marah-marah.

Ternyata untuk memiliki kecantikan sangatlah mudah, hanya perlu tidak marah-marah.

Seorang petani menyuruh anaknya setiap hari bekerja giat di sawah.

Temannya berkata: “Tidak perlu menyuruh anakmu bekerja keras, Tanamanmu tetap akan tumbuh dengan subur. Petani menjawab: “Aku bukan sedang memupuk tanamanku, tapi aku sedang membina anakku.”

Ternyata membina seorang anak sangat mudah, cukup membiarkan dia rajin bekerja.

Seorang pelatih bola berkata kepada muridnya: “Jika sebuah bola jatuh ke dalam rerumputan, bagaimana cara mencarinya?

Ada yang menjawab: “Cari mulai dari bagian tengah.” Ada pula yang menjawab: “Cari di rerumputan yang cekung ke dalam.” Dan ada yang menjawab: “Cari di rumput yang paling tinggi. Pelatih memberikan jawaban yang paling tepat: “Setapak demi setapak cari dari ujung rumput sebelah sini hingga ke rumput sebelah sana .

Ternyata jalan menuju keberhasilan sangat gampang, cukup melakukan segala sesuatunya setahap demi setahap secara berurutan, jangan meloncat-loncat.

Katak yang tinggal di sawah berkata kepada katak yang tinggal di pinggir jalan: “Tempatmu terlalu berbahaya, tinggallah denganku.”

Katak di pinggir jalan menjawab: “Aku sudah terbiasa, malas untuk pindah.” Beberapa hari kemudian katak “sawah” menjenguk katak “pinggir jalan” dan menemukan bahwa si katak sudah mati dilindas mobil yang lewat.

Ternyata sangat mudah menggenggam nasib kita sendiri, cukup hindari kemalasan saja.

Ada segerombolan orang yang berjalan di padang pasir, semua berjalan dengan berat, sangat menderita, hanya satu orang yang berjalan dengan gembira. Ada yang bertanya: “Mengapa engkau begitu santai?” Dia menjawab sambil tertawa: “Karena barang bawaan saya sedikit.”

Ternyata sangat mudah untuk memperoleh kegembiraan, cukup tidak serakah dan memiliki secukupnya saja


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

mulai dari minus

Tukul Arwana adalah pelawak atau mungkin lebih sukses sebagai presenter yang saat ini termasuk dalam jajaran pesohor dengan bayaran tertinggi negeri ini. Keberhasilan luar biasa yang diperoleh Tukul sekarang sama sekali tidaklah diperoleh tanpa perjuangan. Walaupun terlihat banyak bercanda, namun kadang Tukul menyimpan kesedihan yang amat dalam terhadap sejumlah persoalan hidup yang dialaminya.

Tahun 1985, Tukul dan Joko mengikuti Lomba Lawak Mini Kata Nasional di Balai Sidang. Saat itu jurinya almarhum Arwah Setiawan dari Lembaga Humor Indonesia, Dono dari Warkop dan Asmuni dari Srimulat. Saat itu, grup lawaknya terpilih menjadi pemenang. Saat Tukul berpikir, dengan memenangi lomba lawak tingkat nasional maka dirinya akan kebanjiran order. Namun, kenyataan tidaklah begitu mudah. Bahkan semua koran yang dibelinya tidak ada satu pun yang memuat tentang kemenangannya. Perasaannya sangat sedih waktu itu.

Di saat belum sukses, Tukul sempat merasa nelangsa di saat pulang kampung. Tidak seperti yang dibayangkan orang, pulang kampung dengan membawa mobil dan penampilan oke. Namun kenyataannya, Tukul pulang kampung dengan badan kurus dengan langkah yang seperti melayang. Perasaan getir bercampur sedih tentu saja sering menghinggapi dirinya. Apalagi jika ketemu tetangga atau kawan yang menanyakan kondisinya di Jakarta. Sukseskah Tukul? Sebuah pertanyaan yang sulit untuk dijawab. Mungkin jauh lebih sulit dari soal-soal CPNS.

Catatan kehidupan Tukul juga tercecer di sebuah pinggiran lapangan Blok S, tepatnya di depan tempat hiburan malam bernama Oru. Di tempat inilah Tukul sering nongkrong menghabiskan waktu malamnya bersama teman-temannya. Di warung itu pula Tukul sering ngutang untuk makan. Memang waktu itu kehidupan Tukul sedang susah banget. Banyak orang yang merendahkan dan juga tidak sedikit yang mencomoohnya. Banyak juga orang yang enggan ketemu Tukul sebab mereka takut akan dihutangi olehnya.

Perasaan sedih lainnya pernah juga dialaminya. Tahun. 1994, di saat banyak pelawak muncul dari Radio SK, Tukul pun ingin mendapat peruntungan yang sama dengan memulai karir di Radio SK. Namun, niatnya ternyata terbentur persyaratan harus punya ijazah minimal D3 (diploma tiga). Tukul juga ditolak melawak di Radio Sk dengan alasan materi lawakannya dianggap bergaya tradisional, berbeda dengan gaya lawakan Radio SK. Dan Tukul pun harus rela menelan kekecewaan kembali.

Masa-masa sedih juga pernah dialaminya. Sampai beberapa waktu saat hendak menikah, Tukul kebingungan tak mampu menggelar pesta hajat. Dengan terpaksa ia menggadaikan motor, tentu sesuai persetujuan gadis pujaan hatinya ini.

Setahun setelah Tukul menikah, penghasilan Tukul tak juga membaik. Kehidupan Tukul tetap sukses. Pernah karena tidak mendapat penghasilan, Tukul terpaksa menjual barang berharga, termasuk cincing kawin. Perasaan Tukul sebenarnya sangat terpukul, tetapi ia bersyukur dapat menghadapinya dengan realistis.

Pernah suatu kali ia benar-benar merasa sedih. Di saat istrinya sedang hamil dan waktu itu menjelang Lebaran. Tukul sangat terpukul karena mendapat surat tertulis dari manajemen Srimulat yang ditandatangani Kadir. Surat itu memberikan kabar bahwa Tukul diberhentikan sebagai bintang tamu dalam grup Srimulat. Tanpa disadarinya, badan Tukul sempat gemetaran menerima kabar ini.

Di saat menjadi model video klip Joshua, Tukul sebenarnya mulai banyak dikenal. Namun, perekonomian keluarga Tukul ternyata belum banyak berubah. Saat itu Tukul mendapat bayaran Rp.150.000,00. Jangan dianggap menjadi model video klip bersama anak kecil itu mudah. Ternyata susah banget. Apalagi Joshua bila melihat Tukul sering nangis karena ketakutan. Belum lagi kesulitan lain, Tukul mesti jongkok-jongkok untuk menyesuaikan diri dengan postur Joshua yang memang masih kecil.

Awal dikenal Tukul Menjadi Model Video Klip Joshua 'Diobok-obok'

Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang mampu ‘menaklukkan’ kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laku ! yang kampungan, slapstik, seakan menjadi simbolisasi kesuksesan yang benar-benar dimulai dari bawah. Maka, tak heran, ia dianggap mampu menjadi representasi kebanyakan orang yang ingin sukses. Inilah yang membuat banyak orang mau antri untuk datang ke acaranya, selain tentu untuk menikmati banyolan-banyolannya.

Namun, mendapat kelimpahan rejeki demikian banyak, Tukul tak melupakan asalnya. Karena itu, demi membantu rekan-rekan sesama pelawak yang belum sukses, ia membelikan beberapa motor untuk dijadikan sarana ojek bagi rekannya. Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan. Selain itu, saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah program acara untuk mengakomodasi teman-teman pelawak yang belum berhasil. “Banyak pelawak yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil,” harap Tukul.

Perjuangan Tukul dari nol adalah sebuah gambaran ketekunan dan keuletan yang perlu kita contoh. Keyakinannya yang kuat untuk menjadi pelawak terkenal, ditambah kemauannya belajar banyak hal, telah menjadikannya sebagai ikon orang desa yang bisa menaklukkan kota. Perhatiannya kepada sesama rekan pelawak yang belum sukses juga patut diteladani. Dengan begitu, apapun bentuk kesuksesan yang kita raih, bisa lebih bermakna bagi sesama.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

semangat yang gak patah

Mark Zuckerberg memang mahasiswa yang luar biasa. Nakal tetapi punya banyak ide kreatif. Ia sempat dihukum petinggi kampus lantaran membuat situs yang menilai penampilan fisik mahasiswa Harvard. Tetapi itu tidak membuat kreativitas Mark surut, apalagi mati. Tiga bulan setelah hukuman, dia malah sukses menciptakan situs yang kini sangat mendunia. Facebook. Dia punya nama lengkap Mark Elliot Zuckerberg. Lahir di Dobbs Ferry, New York pada tanggal 14 Mei 1984. Mark dikenal sebagai seorang programmer muda super inovatif. Facebook, yang merupakan situs jejaring sosial, hanyalah salah satu lecutan Mark yang diciptakan semasa duduk di bangku kuliah. Inilah karya yang melambungkan nama, juga pundi-pundinya. Sebelum kuliah di Harvard, Mark bersekolah di Ardsley High School, New York tahun 1998 sampai 2000. Belum tuntas sekolahnya di situ, ia pindah ke Phillips Exeter Academy. Di sekolah ini akhirnya ia menyelesaikan SMA-nya, tahun 2002. Kreativitas Mark Zuckenberg memang sudah sudah menonjol sejak remaja. Saat duduk di Sekolah Menengah Atas, dia pernah membuat Synapse, sebuah program perekomendasi musik. Software bernama Wirehog, aplikasi peer to peer alias yang menghubungkan antar komputer via jaringan internet, juga pernah ia buat. Mark pernah pula ditawari pekerjaan oleh Microsoft dan AOL. Padahal waktu itu Mark belum lagi menyelesaikan studinya di Phillips Exeter. Tawaran dua perusahaan raksasa itu datang gara-gara proyek hacking yang digarapnya sukses besar. Hebatnya, Mark tidak seujung kukupun tergiur. Alih-alih menerima pinangan dua perusahaan — yang banyak diimpikan oleh lulusan universitas di seantero negeri Paman Sam itu — Mark malah masuk jurusan psikologi Harvard University. Jurusan yang sama sekali jauh dari kegemarannya mengutak-atik komputer.

Kuliah di Psikologi, tapi di Harvard Mark menjadi aktivis Alpha Epsilon Pi, sebuah kelompok yang gemar membuat program komputer. Proyek perdananya adalah Coursematch. Ini adalah situs khusus di mana para mahasiswa bisa mengintip daftar mahasiswa yang mengambil kelas tertentu. Situs ini menarik banyak mahasiswa-mahasiswi yang ingin mencari pasangan. Proyek lainnya, yakni Facemash.com. Ini situs khusus yang memberi rating foto siswa-siswi Harvard. Situs ini serupa dengan Hot or Not (www.hotornot.com). Petinggi Harvard yang meradang bukan kepalang membredel situs itu. Facemash akhirnya termasuk situs yang umurnya paling pendek di dunia: cuma empat jam. Rapat petinggi Harvard akhirnya memutuskan: Mark Zuckerberg dihukum. Tapi tiga bulan setelah hukuman itu, pada 4 Februari 2004, Mark meluncurkan Facebook dari asramanya di Harvard. Sambutannya ternyata luar biasa. Situs itu sukses besar. Lima belas hari setelah diluncurkan, lebih dari duapertiga siswa Harvard mendaftarkan diri di Facebook.

Lantaran di Harvard sukses besar, Mark lalu memutuskan untuk menyebarkan Facebook ke kampus lain. Dia meminta bantuan teman sekamarnya, Dustin Moskovitz. Dua anak muda itu rajin menyebarkan Facebook ke Stanford, Columbia, dan Yale. Setelah itu mereka merambah ke sekolah-sekolah yang terdaftar di Ivy League–sekolah swasta favorit yang memiliki tim olah raga menonjol– dan sekolah lain di kawasan sekitar Boston. Pada awal musim panas 2004, Mark dan Dustin sudah berhasil menyebarkan Facebook hampir ke 30 sekolah. Belum selesai musim panas tahun 2004 itu Mark Zuckerberg bersama Dustin Moskovitz pindah ke Palo Alto. Mark mengajak pacarnya yang bernama Priscilla Chan. Dengan beberapa teman lain, di sana mereka terus mengembangkan Facebook. Rencananya, Mark dan teman-temannya pulang ke Harvard di musim gugur untuk kembali berkuliah. Tapi rencana pulang ke kampus itu tidak pernah terjadi. Mark memilih menetap di California dan tidak melanjutkan kuliah. Priscilla tetap kembali ke kampus. Di Palo Alto, Mark bersama kawan-kawannya menyewa sebuah rumah kecil. Inilah kantor pertama mereka. Di musim panas tersebut Mark juga bertemu dengan Peter Thiel yang kemudian bersedia untuk melakukan investasi di perusahaan baru itu. Sejak saat itu kesuksesan terus diraih. Mereka kemudian menyewa sebuah kantor di University Avenue di pusat kota Alto. Sampai saat ini Facebook telah memiliki tujuh buah bangunan di Palo Alto, yang disebut oleh Mark Zuckerberg sebagai “urban campus”. Mark Zuckerberg sendiri masih aktif dan bertanggungjawab untuk mengarahkan serta membuat strategi bisnis Facebook. Ia memimpin tim desain, layanan, dan pengembangan teknologi serta infrastrukturnya. Tahun 2008 ini, Mark Zuckerberg masuk dalam daftar orang terkaya di seluruh dunia versi majalah Forbes. Dalam usia 23 tahun Mark masuk peringkat 785 orang terkaya dunia. Totalnya hartanya mencapai 1,5 miliar dolar AS.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

Sukses adalah Hak ku !

Jika Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.

Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.

Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea. Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.

Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959, keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi buruh bangunan. “Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai,” kisahnya dalam otobiografinya.

Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik. Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara percobaan pada 1964.

Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai pegawai.

Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan kemudian mendapat julukan “buldozer”, karena dianggap selalu bisa membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil memproduksi buldozer.

Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi sehingga pembangunan fisik sangat marak.

Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan, setiap orang memang berhak untuk sukses.

Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan, perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi siapapun.


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More