Popular Posts

masukan E-mail mu untuk berlannganan:

Delivered by FeedBurner

Selasa, 21 Desember 2010

don't hate me mom

Dua puluh tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh... Sam, suamiku, memberinya nama Eric.

Semakin lama semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak

terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak atau pelayan. Namun Sam mencegah niat buruk itu. Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga.

Di tahun kedua setelah Eric dilahirkan sayapun melahirkan kembali

seorang anak perempuan yang cantik mungil. Saya menamainya Angelica. Saya sangat menyayangi Angelica, demikian juga Sam. Seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian anak-anak yang indah-indah... Namun tidak demikian halnya dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya selalu melarangnya dengan dalih penghematan uang keluarga. Sam selalu menuruti perkataan saya.

Saat usia Angelica 2 tahun, Sam meninggal dunia. Eric sudah berumur

4 tahun kala itu. Keluarga kami menjadi semakin miskin dengan hutang yang semakin menumpuk. Akhirnya saya mengambil tindakan yang akan membuat saya menyesal seumur hidup.

Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya beserta Eric yang sedang tertidur lelap. Kemudian saya tinggal di sebuah gubuk setelah rumah kami laku terjual untuk membayar hutang.

Setahun..., 2 tahun..., 5 tahun..., 10 tahun... telah berlalu sejak

kejadian itu. Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria

dewasa. Ia adalah seorang pastor di gereja St. Maria. Usia pernikahan

kami telah menginjak tahun kelima. Berkat Brad, sifat-sifat buruk saya

yang semula pemarah, egois, dan tinggi hati, berubah sedikit demi

sedikit menjadi lebih sabar dan penyayang.

Angelica telah berumur 12 tahun dan kami menyekolahkan dia di asrama putri sekolah perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Sampai suatu malam... Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak... Wajahnya agak tampan namun tampak pucat sekali... Ia melihat ke arah saya.

Sambil tersenyum ia berkata, "Tante, Tante kenal mama saya?

Saya lindu cekali pada mommy!"

Setelah berkata demikian ia mulai beranjak pergi, namun saya

menahannya,

"Tunggu..., sepertinya saya mengenalmu.

Siapa namamu anak manis?"

"Nama saya Elic, Tante."

"Eric...? Eric... Ya Tuhan! Kau benar-benar Eric???"

Saya langsung tersentak dan bangun. Rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh lainnya menerpa diri saya saat itu juga. Tiba-tiba terlintas kembali kisah ironis yang terjadi dulu seperti sebuah film

yang diputar di kepala saya. Baru sekarang saya menyadari betapa

jahatnya perbuatan saya dulu.

Rasanya seperti mau mati saja saat itu. Ya, saya harus mati...,

mati..., mati... Ketika tinggal seinchi jarak pisau yang akan saya

goreskan ke pergelangan tangan, tiba-tiba bayangan Eric melintas

kembali di pikiran saya.

Ya Eric, mommy akan menjemputmu Eric...

Sore itu saya memarkir mobil Civic biru saya di samping sebuah gubuk,

dan Brad dengan pandangan heran menatap saya dari samping. "Mary, apa yang sebenarnya terjadi?"

"Oh, Brad, kau pasti akan membenciku setelah saya menceritakan hal

yang telah saya lakukan dulu," tapi aku menceritakannya juga dengan

terisak-isak... Ternyata Tuhan sungguh baik kepada saya. Ia telah

memberikan suami yang begitu baik dan penuh pengertian.

Setelah tangis saya reda, saya keluar dari mobil diikuti oleh Brad

dari belakang. Mata saya menatap lekat pada gubuk yang terbentang dua meter dari hadapan saya. Saya mulai teringat betapa gubuk itu pernah saya tinggali beberapa bulan lamanya dan Eric... Eric... Saya

meninggalkan Eric di sana 10 tahun yang lalu.

Dengan perasaan sedih saya berlari menghampiri gubuk tersebut dan

membuka pintu yang terbuat dari bambu itu... Gelap sekali... Tidak

terlihat sesuatu apa pun juga! Perlahan mata saya mulai terbiasa dengan kegelapan dalam ruangan kecil itu. Namun saya tidak menemukan siapapun juga di dalamnya. Hanya ada sepotong kain butut tergeletak di lantai tanah. Saya mengambil seraya mengamatinya dengan seksama... Mata mulai berkaca-kaca, saya mengenali potongan kain tersebut sebagai bekas baju butut yang dulu dikenakan Eric sehari-harinya...

Beberapa saat kemudian, dengan perasaan yang sulit dilukiskan, sayapun keluar dari ruangan itu... Air mata saya mengalir dengan deras. Saat itu saya hanya diam saja. Sesaat kemudian saya dan Brad mulai menaiki mobil untuk meninggalkan tempat tersebut. Namun, saya melihat seseorang di belakang mobil kami. Saya sempat kaget sebab suasana saat itu gelap sekali. Kemudian terlihatlah wajah orang itu yang demikian kotor. Ternyata ia seorang wanita tua.

Kembali saya tersentak kaget manakala ia tiba-tiba menegur saya dengan suaranya yang parau, "Heii...! Siapa kamu?! Mau apa kau kemari?!"

Dengan memberanikan diri, saya pun bertanya, "Ibu, apa ibu kenal dengan seorang anak bernama Eric yang dulu tinggal di sini?"

Ia menjawab, "Kalau kamu ibunya, kamu sungguh perempuan terkutuk!! Tahukah kamu, 10 tahun yang lalu sejak kamu meninggalkannya di sini, Eric terus menunggu ibunya dan memanggil, "Mommy..., mommy!' Karena tidak tega, saya terkadang memberinya makan dan mengajaknya tinggal bersama saya. Walaupun saya orang miskin dan hanya bekerja sebagai pemulung sampah, namun saya tidak akan meninggalkan anak saya seperti itu! Tiga bulan yang lalu Eric meninggalkan secarik kertas ini. Ia belajar menulis setiap hari selama bertahun-tahun hanya untuk menulis ini untukmu..."

Saya pun membaca tulisan di kertas itu... "Mommy, mengapa Mommy tidak pernah kembali lagi...? Mommy marah sama Eric, ya? Mom, biarlah Eric yang pergi saja, tapi Mommy harus berjanji kalau Mommy tidak akan marah lagi sama Eric. Bye, Mom..."

Saya menjerit histeris membaca surat itu. "Bu, tolong katakan...

Katakan di mana ia sekarang? Saya berjanji akan menyayanginya

sekarang! Saya tidak akan meninggalkannya lagi, Bu! Tolong

katakan...!!!"

Brad memeluk tubuh saya yang bergetar keras.

"Nyonya, semua sudah terlambat (dengan nada lembut). Sehari sebelum nyonya datang, Eric telah meninggal dunia. Ia meninggal di belakang gubuk ini. Tubuhnya sangat kurus, ia sangat lemah. Hanya demi menunggumu ia rela bertahan di belakang gubuk ini tanpa ia berani masuk ke dalamnya. Ia takut apabila Mommy-nya datang, Mommy-nya akan pergi lagi bila melihatnya ada di dalam sana... Ia hanya berharap dapat melihat Mommy-nya dari belakang gubuk ini... Meskipun hujan deras, dengan kondisinya yang lemah ia terus bersikeras menunggu Nyonya di sana. Nyonya, dosa anda tidak terampuni!"

Saya kemudian pingsan dan tidak ingat apa-apa lagi.

Sumber : Marry Scheleer


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

sebuah prasangka

Dua laki-laki bersaudara bekerja di sebuah pabrik kecap dan sama-sama belajar agama islam untuk sama-sama mengamalkan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari semaksimal mungkin. Mereka berjalan kaki mengaji kerumah gurunya yang jaraknya sekitar 10 KM dari rumah peninggalan orangtua mereka.

Suatu ketika sang kakak berdo'a memohon rezeki untuk membeli sebuah Mobil supaya dapat dipergunakan untuk sarana angkutan dia dan adiknya bila pergi mengaji. Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sebuah mobil dapat dia miliki dikarenakan mendapatkan bonus dari perusahaannya bekerja.

Lalu sang kakak berdo'a memohon seorang istri yang sempurna, Allah mengabulkannya, tak lama kemudian sang kakak bersanding dengan seorang gadis yang cantik serta baik perangai.

Kemudian berturut-turut sang Kakak berdo'a memohon kepada Allah akan sebuah rumah yang nyaman, pekerjaan yang layak, dan lain-lain dengan itikad supaya bisa lebih ringan dalam mendekatkan diri kepada Allah. Dan Allah selalu mengabulkan semua do'anya itu.

Sementara itu sang Adik tidak ada perubahan sama sekali, hidupnya tetap sederhana, tinggal di rumah peninggalan orang tuanya yang dulu dia tempati bersama dengan Kakaknya. Namun karena kakaknya seringkali sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak dapat mengikuti pengajian, dan sang adik sering kali harus berjalan kaki untuk mengaji kerumah guru mereka.

Suatu saat sang Kakak merenungkan dan membandingkan perjalanan hidupnya dengan perjalanan hidup adiknya, dan dia teringat adiknya selalu membaca selembar kertas apabila dia berdo'a menandakan adiknya tidak pernah hafal bacaan untuk berdo'a. lalu datanglah ia kepada adiknya untuk menasihati adiknya supaya selalu berdo'a kepada Allah dan berupaya untuk membersihkan hatinya, karena dia merasa adiknya masih berhati kotor sehingga do'a-do'anya tiada dikabulkan oleh Allah.

Sang adik terenyuh dan merasa sangat bersyukur sekali mempunyai kakak yang begitu menyayanginya, dan dia mengucapkan terima kasih kepada kakaknya atas nasihat itu.

Suatu saat sang adik meninggal dunia, sang kakak merasa sedih karena sampai meninggalnya adiknya itu tidak ada perubahan pada nasibnya sehingga dia merasa yakin kalau adiknya itu meninggal dalam keadaan kotor hatinya sehubungan do'anya tak pernah terkabul.

Sang kakak membereskan rumah peninggalan orang tuanya sesuai dengan amanah adiknya untuk dijadikan sebuah mesjid. Tiba-tiba matanya tertuju pada selembar kertas yang terlipat dalam sajadah yang biasa dipakai oleh adiknya yang berisi tulisan do'a, diantaranya Al-fatehah, Shalawat, do'a untuk guru mereka, do'a selamat dan ada kalimah di akhir do'anya:

"Yaa, Allah. tiada sesuatupun yang luput dari pengetahuan Mu,

Ampunilah aku dan kakak ku, kabulkanlah segala do'a kakak ku, bersihkanlah hati ku dan berikanlah kemuliaan hidup untuk kakakku didunia dan akhirat, "

Sang Kakak berlinang air mata dan haru biru memenuhi dadanya, tak dinyana ternyata adiknya tak pernah satukalipun berdo'a untuk memenuhi nafsu duniawinya


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

Kamis, 05 Agustus 2010

mau kemana???

Disebuah terminal ada seorang pemuda yang terlihat sedang bingung. Ketika ada seorang kakek lewat, pemuda ini memutuskan untuk bertanya kepada kakek itu. Pikirnya si kakek akan dapat membantunya.

Pemuda : Kek, bus yang kuning itu jurusan mana ya kek?


Kakek : Itu jurusan Jakarta, nak.

Pemuda : Kalau yang biru?

Kakek : Itu jurusan Surabaya.

Pemuda : T’rus kalo yang hijau itu?

Kakek : Kalau yang hijau jurusan Jogja, memangnya kamu mau kemana, nak?

Pemuda : Saya tidak tahu kek, makanya saya bingung mau milih bus yang mana ?

Kakek : Nak… Kalau kamu tidak tahu kemana kamu mau pergi, kamu tidak usah bingung, pilih saja bus yang kamu suka?


Mungkin jika kita yang ditanya oleh pemuda itu, kita akan member jawaban yang sama dengan kakek tadi atau kita malah menertawakan pemuda itu sambil pergi meninggalkan dia. Karena merupakan hal yang ANEH kalau seseorang melakukan perjalanan tetapi dia tidak tahu dia mau kemana?

Mau kemana? Pertanyaan yang singkat tetapi ada arti yang sangat penting dalam pertanyaan ini. Kalau kita tahu tujuan kita, maka pertanyaan ini akan dapat dengan mudah dijawab.

Ada contoh yang lain yang sangat berbeda dengan pemuda ANEH tadi.

“Diterminal yang sama ada seorang Pemuda yang lain yang mau pergi ke Salatiga, sebuah kota kecil yang terletak antara kota Semarang dan Solo, Jateng. Karena dia tahu dia mau kemana, maka dia langsung naik bus yang jurusan Semarang. Setelah sampai di Semarang Pemuda itu melanjutkan perjalanannya ke arah Solo dan turun di kota Salatiga. Maka sampailah dia di Salatiga”.

Dengan pertanyaan yang sama, dua orang pemuda mempunyai jawaban yang berbeda. Yang satu tidak tahu mau kemana, tetapi yang lain tahu persis kemana dia akan pergi yaitu ke Salatiga.

Beberapa pemuda ketika ditanya “Mau kemana hidupmu nanti?"


Sebagian besar dari mereka tidak bisa menjawab dengan jelas kemana hidupnya nanti. Mereka biasanya menjawab mau sukses dalam kuangan, sukses dalam mencari pasangan hidup, sukses dalam kehidupan mereka dan mereka bisa menikmati kebahagiaan sampai kematiannya.



Mau sukses, itu memang sebuah tujuan. Tapi sukses yang seperti apa yang kamu inginkan? Dalam bisnis apa yang kamu mau sukses? Pasangan hidup yang seperti apa yang kamu inginkan? Hidup yang bagaimana yang kamu ingin hidupi? Dan hidup bahagia yang bagaimana yang ingin kamu nikmati?

Sobat… Mau kemana hidupmu nanti? Kalau hari ini kamu belum punya jawaban yang jelas kemana hidupmu nanti? Cobalah menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi. Dari jawabanmu, kamu akan semakin mengerti kemana tujuanmu yang sesungguhnya. Bahkan jika kamu mau menjabarkan lebih detail, kamu akan semakin tahu dengan jelas kemana hidupmu nanti.

Sobat… Tujuan sangat penting dalam sebuah perjalanan, apalagi perjalanan hidup. Jika kita mempunyai tujuan yang jelas maka setidaknya kita tidak akan kebingungan seperti Pemuda ANEH tadi. Dan kalau kamu tidak mau menjadi seperti Pemuda yang ANEH, tentukan tujuanmu sekarang juga.

Tetap semangat dan jangan menyerah.

REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

hingga titik jenuh

hari ini sebagian dari kita mungkin sedang "enjoy" dengan apa yang sedang kita lakukan. hobby, sekolah, pekerjaan, bahkan hubungan kita, seakan hidup kita lengkap dan kita tak butuh apa-apa. tapi pernahkah kita mencoba melihat jauh ke depan dimana disana ada kemungkinan bagi kita mengalami titik jenuh dan kebosanan.

"yah, yang terpenting sekarang kita jalani dulu. masalah nanti biar diurus nanti." jawaban yang bagi saya sangat tidak bijak. menurut saya banyak hal yang harus kita antisipasi sejak sebelum hal itu terjadi. tentu saja berserah itu penting, namun usaha yang kita lakukan juga tidak kalah penting.

banyak orang yang gagal menghadapi masa depannya karena mereka tidak pernah sadar akan adanya masa-masa jenuh atau mereka sebenarnya mengerti namun tidak mau tahu akan itu. ini akan mempengaruhi banyak hal jika kita tidak mengantisipasinya terlebih dahulu.

sebagai contoh, bayangkan ketika saat ini anda kuliah dan semester depan titik jenuh itu muncul, anda akan melarikan diri pada hal yang membuat anda "lebih enjoy" dan akhirnya kuliah terbengkalai. atau ketika saat ini anda sedang asyik-asyiknya menjalin hubungan dengan kekasihnya dan anda sengaja menutup mata akan titik jenuh, ketika masa itu datang akan ada kemungkinan anda putus dengan kekasih anda dengan alasan tidak cocok, padahal mungkin bukan tidak cocok, hanya saja anda sedang jenuh, dan ketika anda sadar dari kejenuhan, selamat... kekasih anda telah hilang.

lantas apa yang harus dilakukan untuk menghindar dari masa jenuh?

bersiaplah...
semua tidak akan mungkin jika anda tidak mempersiapkan diri anda. jika anda tidak mau melakukannya jika anda tidak aware dengan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi. jadi langkah pertama persiapkan diri anda, sadari masa itu "pasti" datang.

berencanalah...
ya, buatlah perencanaan yang jelas menganai apa yang akan anda kerjakan. usahakan apa yang anda rancang untuk anda kerjakan bukan hal yang monoton, sehingga mengurangi efek kejenuhan.

beralihlah...
benar jika dalam 7 hari anda hanya berkutat pada kuliah atau pekerjaan atau mungkin kekasih anda, mengapa anda tidak mencoba meluangkan sedikit waktu saja. alaihkan perhatian anda dari semua yang anda kerjakan sekarang. ini bukan berarti anda lari dari tanggung jawab, melainkan menyegarkan diri untuk berkutat kembali dengan itu.

berefleksilah...
ya, renungkan kembali apa yang telah anda lakukan sebelum menemui masa jenuh. cek poin yang telah anda kumpulkan dan periksa apa-apa saja yang kurang. siapa tahu anda akan menemukan kenapa anda merasa jenuh atau anda menemukan kembali alasan untuk semangat.

berserahlah...
akhirnya, semuanya harus dan semestinya kita gantungkan pada yang kuasa. jadi tips terakhir saya, serahkan hidup anda pada Tuhan. segalanya yang kita rancangkan terkadang bukan rencana yang Ia mau. jadi berserahlah, sebab tanpa Dia semuanya sia-sia.

ya, titik jenuh pasti ada, namun kita manusia diberi kemampuan untuk menghindarinya atau minimal memanipulasinya. pertanyaannya sekarang maukah kita melakukannya atau membiarkan hidup kita dipegaruhi rutinitas sehingga kejenuhan menjerat kita satu saat nanti?? ya hanya anda yang tahu jawabnya.

REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

optimis

Optimisme bisa ditumbuhkan dari mengelola cara pandang anda dalam melihat setiap kejadian dalam hidup anda. Baik itu merupakan kejadian yang anda inginkan (hal positif) ataupun tidak (hal negatif).
Bagaimana maksudnya?

Begini… Ketika yang terjadi adalah hal-hal positif, biasakan anda melihatnya:
karena ACTION yang sudah anda lakukan.
Ketika hal positif terjadi, biasakan melihatnya dari berbagai sisi anda. Misal, kalau anda baru saja lulus ujian, bukan saja hal itu disebabkan karena anda sudah sangat keras mempersiapkannya, tapi juga karena anda memang pintar, anda tekun belajar dan rajin berdoa.
sebagai tanda bahwa hal yang lebih baik lagi akan terjadi. Kalau bisnis anda mencapai target yang dicanangkan tahun ini, biasakan melihatnya bahwa pencapaian yang lebih baik lagi akan terjadi di tahun berikutnya.
sebagai tanda kalau hal positif tersebut akan menular ke bidang-bidang lainnya dalam kehidupan anda. Misal, kalau anak anda baru saja mendapat ranking 1 di sekolah, biasakan melihatnya bahwa ini akan menular pada kesuksesan bisnis atau karir anda.

Sebaliknya, kalau yang terjadi adalah hal-hal yang tidak anda inginkan atau hal negatif, biasakan anda melihatnya:
bukan disebabkan karena perbuatan anda.
Contoh, kalau ban mobil anda gembos, itu bukan disebabkan karena anda yang mengendarainya, tapi karena tertusuk paku di jalan atau mungkin sudah waktunya untuk gembos. Jangan salahkan diri anda sendiri.kejadian buruk itu tidak ada kaitannya dengan masa depan anda. Kalau kaki anda baru saja tersandung ketika jalan-jalan, itu sama sekali bukan tanda-tanda kalau masa depan anda akan ikut “tersandung” juga. Sama sekali tidak ada kaitannya!

Membiasakan cara-cara berpikir optimis seperti di atas akan membantu anda bersikap lebih optimis.
Sebagai penutup, ini beberapa tips dan prinsip agar anda selalu menjadi optimis.
Kunci menjadi optimis adalah memaksimalkan kesuksesan anda dan mengurangi kegagalan anda.
Tidak ada salahnya mengakui kekurangan anda, tapi fokus pada kelebihan anda akan jauh lebih baik.
Ketika anda mengalami sebuah kegagalan, ingat bahwa ada pelajaran yang anda petik, dan itu membuat anda selangkah lebih maju mendekati kesuksesan anda.

Ucapkan kata-kata motivasi dalam kehidupan anda setiap hari. Ini membantu memotivasi anda.
Jangan fokus pada sisi negatif, tapi fokuslah pada sisi positifnya. Dan tidak perlu mengira-ngira bahwa hal negatif yang akan datang. Kalau mau dirasakan, menjadi pesimis itu sebenarnya lebih berat daripada menjadi optimis. Kalau tidak percaya, silakan bandingkan sendiri.

Ingat selalu kalau anda punya kesempatan yang tak terbatas untuk meraih sukses di masa depan.

REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

6 cara menjadi positif dalam dunia yang negatif


Berikut adalah 6 cara bagaimana Anda dapat menjadi sebuah magnet-berkat, dan menjadi positif dalam sebuah dunia yang negatif:

1. Rasakan cinta.
Terima cinta dari orang-orang di sekeliling Anda,tidak perduli betapa kecil dan tidak sempurnanya cinta itu. Rayakan setiap isyarat cinta yang Anda terima. Jadikan itu sebagai suatu hal besar! Dan Anda akan menemukan bahwa Anda akan menerima cinta yang lebih dan lebih lagi.

2. Bersyukur.
Bersyukurlah untuk setiap berkat kecil yang Anda terima. Sebelum tidur, hitunglah paling tidak 5 berkat yang Anda terima pada hari itu. Bahkan bersyukurlah untuk hal-hal buruk, karena pasti ada berkat di dalamnya. Rasa syukur menarik leibh banyak berkat untuk menghampiri Anda.

3. Percaya.
Ya, lakukan semua yang dapat Anda lakukan! Tapi pada akhirnya, berhentilah merasa kuatir. Sebaliknya, bersandar dan percayalah pada Tuhan. Percaya bahwa yang terbaik akan datang.

4. Miliki sebuah visi.
Saat Anda mempunyai sebuah visi yang terperinci, tergambar, mengobarkan semangat dalam hati Anda, Anda pasti akan menjadi positif. Dan ini adalah pengalaman hidup saya yang sangat nyata: Visi yang sangat kuat dalam bayangan Anda akan menarik semua berkat yang Anda butuhkan untuk memenuhi visi tersebut. Anda akan terkejut. Berkat-berkat itu akan datang begitu saja, bergulir kekaki Anda, memohon Anda untuk menerimanya.

5. Cintai diri Anda.
Bersungguh-sungguh dalam mencintai diri Anda. Hormati diri Anda. Jangan meremehkan diri Anda, jangan membatasi diri Anda, dan jangan menghina diri Anda. Penuhi kebutuhan Anda. Perhatikan diri Anda dengan seksama. Jika Anda lakukan itu, orang lain akan menghormati Anda, mencintai Anda, dan memenuhi kebutuhan Anda juga.

6. Cintai orang lain.
Apapun kasih yang Anda beri, Anda akan menerimanya kembali berlipat-ganda. Karena itu bangunlah setiap pagi karena Anda ingin mencintai. Jadikan cinta sebagai tujuan hidup Anda. Ketika Anda menjadikan cinta sebagai alasan untuk segalasesuatu yang Anda lakukan, sekalipun jika badai gelap menyelimuti Anda, matahari akan selalu bersinar dalam hati Anda.

Semoga mimpi Anda menjadi kenyataan


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More

nikmatnya rasa sakit yang di berikan

Ini cerita lama dari acara reality show Oprah Winfrey, hari Sabtu 9 Sept 2006 di MetroTV. Pada acara tersebut ditampil-kan seorang gadis mungil berusia 5 tahun, asal USA, mengenakan kacamata plastik (mirip kacamata renang),lucu,manis, secara fisik terlihat normal (agak gemuk), dan berperilaku seperti anak-anak seusianya pada umumnya.

Hanya saja, si gadis kecil ini mengidap suatu penyakit bawaan sejak lahir yang sangat langka, yaitu tidak memiliki rasa sakit (tidak memiliki syaraf rasa sakit) di sekujur tubuhnya. Sejak bayi, si kecil jarang rewel, atau menangis. Hanya terkadang suhu badannya yang menghangat.

Penyakit bawaan yg diderita si kecil itupun baru diketahui (kalau tidak salah) ketika sang bocah mencolok-colok mata-nya karena gatal, dan tidak menangis kesakitan. Hanya saja darah tetap mengalir keluar. Akibat kejadian tersebut, satu matanya menjadi buta. Setelah kejadian itu, barulah dikenakan kacamata khusus untuk melindunginya.

Suatu ketika, ketika gigi si kecil sudah tumbuh, saat kedua orangtuanya agak lengah, si kecil sedang asyik menggigit-gigit jari tangannya sendiri hingga hancur. Tentu saja si kecil tetap tenang karena sama sekali tidak merasakan sakit.

Sebagai pencegahan, akhirnya diputuskan untuk mencabut semua giginya, tanpa sisa. Terutama sebagai pencegahan agar dia tidak sampai mengunyah lidahnya sendiri karena akan dianggap sebagai permen karet!! Karena kejadian-kejadian itulah, si kecil mendapat 'perhatian dan pengawasan extra' dari seluruh anggota keluarganya (kedua orang tuanya dan sang kakak). Karena dia telah kehilangan sensitifitas akan adanya bahaya-bahaya yang bisa menimpanya hingga kini.

* Bersyukurlah... karena Tuhan masih memberikan rasa sakit kpd kita, walaupun kita seringkali mengeluh karena rasa sakit tersebut. Ingatlah... karena rasa sakit yang kita miliki membawa berkah bagi kita dan orang lain... karena kita jadi tahu, bisa mengerti dan bisa ikut merasakan rasa sakit orang lain kalau tersakiti...


REPOSTING DARI TEMAN SAYA rumah curhat
Read More